FDA pertama kali mengidentifikasi kaitan potensial pada akhir tahun 2011. Dan pada awal Februari tahun ini, mereka menerima lebih dari 300 laporan dari beberapa jenis implan yang berpotensi menyebabkan kanker.
Namun, implan ini tidak memicu kanker payudara melainkan kanker yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebut limfoma anaplastik sel besar. Biasanya ini terlihat pada jaringan parut yang terkadang membentuk di sekitar implan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Untungnya, sebagian besar dari kasus tersebut dapat diobati dengan menghilangkan implan. Meskipun pada beberapa pasien membutuhkan kemoterapi dan radiasi
(Baca juga: Venezuela Kekurangan Implan Payudara)
Berdasarkan laporan FDA, implan bertekstur yakni yang memiliki permukaan berkerikil, lebih cenderung menyebabkan masalah ini. Sejauh ini, para ilmuwan belum menemukan hubungan antara limfoma dan bahan yang digunakan untuk membuat implan saline dan silikon.

Menurut Daniel Maman, ahli bedah plastik di New York mengatakan, para wanita yang melakukan implan sebaiknya tidak perlu panik karena peristiwa tersebut sangat langka.
"Tahun lalu hampir 400 ribu wanita mendapatkan implan. Tapi, jumlah kasus pelaporan kanker hanya sepersekian persen. Ini tidak menakutkan seperti yang terdengar," kata Maman.
Selain itu, kemungkinan Anda mendapatkan infeksi dari implan payudara juga sangat jarang terjadi. Menurut FDA, gejala limfoma seperti rasa sakit, bengkak, dan penumpukan cairan yang bisa menjadi pemicu masalah kesehatan lain.
Jadi, jika Anda memiliki implan dan melihat adanya sesuatu yang aneh terjadi, segera temui dokter Anda untuk melihat masalahnya secara tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
