medcom.id: Sebuah panduan asupan makan untuk balita dan anak-anak telah dikeluarkan pemerintah Inggris untuk menekan angka obesitas.
Sebuah survei dari seribu orang tua Inggris menemukan bahwa 79 persen orangtua memberikan porsi lebih daripada apa yang disarankan oleh pada peneliti, dalam sebuah Forum Bayi dan Balita.
Forum tersebut merilis panduan ilustrasi untuk ukuran porsi dan pola makan sesuai dengan kampanye Pikir Ulang Porsi Makan Balita, yang menunjukkan seberapa banyak makanan yang tepat disajikan saat anak makan.
Panduan tersebut menyatakan bahwa anak berumur 1-4 tahun tak perlu disajikan lebih dari lima sendok makanan seperti pasta, nasi, atau kentang saat makan malam. Selain itu, balita juga tidak disarankan untuk makan kismis dan sereal jagung di siang hari karena mengandung banyak gula. Coklat dan permen pun sebaiknya dikonsumsi sepekan sekali.
Untuk daging, hanya ham yang sudah dimasak, sosis dan daging cincang yang direkomendasikan untuk balita. Sementara, konsumsi ikan segar dan telur cukup dalam porsi wajar.
"Kami merasa sudah saatnya memberikan informasi yang jelas sehingga orangtua merasa lebih percaya diri dengan prosi yang mereka berikan pada anak mereka," ujar Judy More, ahli gizi pediatrik dan anggota dari ITF, seperti dilansir darir The Independent.
Kampanye tersebut untuk meyakinkan orangtua bahwa mereka telah memberi makan dengan cukup, mengingat ini telah menjadi perhatian khusus mereka. ITF menyarankan untuk kembali ke porsi makan seperti di era 1990-an, dimana obesitas bukanlah masalah besar.
"Kami selalu mengatakan pada orangtua, jika ingin anak tumbuh aman dan bertahap, mereka harus mengikuti selera anak," tambahnya.
Sementara itu, survei tambahan mengungkapkan bahwa 36 persen menggunakan makanan dan minuman cepat saji untuk menenangkan anak-anak, dan hanya 25 persen yang cemas jika anak mereka menjadi gemuk.
Sektar 73 orangtua mengatakan mereka cemas jika anak mereka tidak cukup makan, sementara 71 persen mengakui menawari anak untuk makan lebih banyak daripada porsi seharusnya secara rutin.
"Kebanyakan balita secara alami memiliki asupan makanan yang lebih baik daripada anak-anak dan orang dewasa," ujar Gill Harris, psikolog anak dan anggota ITF.
Balita biasanya makan apa yang mereka butuhkan tanpa berlebihan. Sementara, kebanyakan orang mengambil posri yang lebih besar dari seharusnya dan menjadikannya sebagai hal yang wajar.
"Dengan kata lain, seberapa banyak yang Anda tawarkan menentukan berapa banyak anak Anda akan makan dan kebiasaan tersebut cenderung akan bertahan," jelasnya.
November tahun lalu, sebuah statistik dari Program Pengukuran Anak Nasional Inggris menemukan lebih dari seperlima anak-anak pra-sekolah mengalami obesitas dan 33 persen anak-anak di bawah 11 tahun beratnya di atas rata-rata.
(ASA)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
