Pencinta ular Andi Yudha saat menjadi pembicara dalam Temu Pimpinan untuk Aspirasi Masyarakat di Gasibu, Kota Bandung. (Foto: Humas Jabar)
Pencinta ular Andi Yudha saat menjadi pembicara dalam Temu Pimpinan untuk Aspirasi Masyarakat di Gasibu, Kota Bandung. (Foto: Humas Jabar)

Fenomena Munculnya Ular ke Pemukiman karena Keterlambatan Musim Hujan

Rona ular
A. Firdaus • 01 Januari 2020 11:00
Bandung: Munculnya ular ke pemukiman warga dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya adalah keterlambatan musim hujan.
 
Alasan itu diungkapkan oleh pencinta ular, Andi Yudha. Menurutnya, lambatnya musim hujan datang membuat telur ular kobra yang mestinya rusak karena jamur, menjadi matang dan menetas dengan sempurna.
 
“Ada keterlambatan musim hujan. Yang harusnya bulan September mundur ke Desember. Jadi, telur-telur yang mestinya rusak karena berjamur, malah matang dan menetas,” kata Andi dalam TEPAS (Temu Pimpinan untuk Aspirasi Masyarakat) di Gasibu, Kota Bandung, akhir pekan lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara, ular yang kerap masuk ke pemukiman saat musim hujan adalah ular kobra. Salah satunya, ular hijau ekor merah. Ular jenis ini memiliki populasi terbanyak di Jawa Barat.
 
“Yang banyak di Jabar adalah ular hijau ekor merah. Jadi, enggak semua ular hijau berbisa, tetapi ular hijau ekor merah bahkan matanya merah. Dan itu ketika musim hujan banyak keluar," terang Andi.
 
Sedangkan yang membuat ular tersebut masuk ke pemukiman lantaran mereka mencium bau makanan.
 
“Ular masuk ke permukiman karena mencium banyak makanan. Ular yang masuk sebenarnya, kalau boleh diinformasikan, tidak hanya ular kobra. Di Indonesia, ada 6 ular berbisa cukup terkenal. Mulai dari king kobra, kobra, ular tanah, welang, weling dan hijau ekor merah,” imbuhnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif