Di sisi lain, jagung ternyata memiliki kandungan asam lemak omega-6 di setiap butirnya. Asam lemak ini memengaruhi hormon yang berfungsi mencegah peradangan. Sebuah penelitian menunjukan, konsumsi omega-6 terlalu banyak membuat tubuh cenderung kehilangan kontrol atas respons peradangan. Hal ini mengakibatkan beberapa masalah kesehatan, seperti penyakit kekebalan tubuh, kanker, diabetes, asma, kolesterol, penyakit jantung, dan depresi.
Masih ada empat alasan lain mengapa Anda sebaiknya tidak mengonsumsi sayuran berwarna kuning ini terlalu banyak.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
1. Kadar gula tinggi
Kadar gula yang tinggi membuat Anda lebih cepat megantuk usai mengonsumsinya. Jika terlalu banyak dikonsumsi juga tak baik untuk kadar gula darah penderita diabetes.
2. Mengganggu sistem pencernaan
Jagung dapat mengganggu lapisan usus dan menciptakan masalah dalam sistem pencernaan. Pasalnya, jagung mengandung serat selulosa, dan tubuh manusia tidak sepenuhnya dapat mencerna selulosa.
3. Memicu peradangan
Tubuh tidak mampu mencerna lektin dan ini menyebabkan iritasi pada usus dan memicu peradangan.
4. Rentan tercemar pestisida
Jagung rentan tercemar Bacillus thuringiensis, sejenis insektisida yang bisa menjadi racun berbahaya. Ketika kandungan ini terakumulasi dalam darah, maka dapat mengganggu fungsi organ tubuh. (Boldsky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
