Penyebutan spa disesuaikan dengan asal katanya yang berasal dari bahasa latin, yakni solus per aqua atau sante par aqua. (Ilustrasi/Pexels)
Penyebutan spa disesuaikan dengan asal katanya yang berasal dari bahasa latin, yakni solus per aqua atau sante par aqua. (Ilustrasi/Pexels)

Sejarah Spa, Budaya Lokal sebagai Ritual Perawatan Tubuh

Rona kesehatan kulit
Sunnaholomi Halakrispen • 24 Januari 2020 10:01
Jakarta: Ada banyak ritual perawatan tubuh yang membuat tubuh semakin nyaman beraktivitas. Salah satunya, dengan spa yang juga diyakini sebagai ritual kecantikan dan kebugaran para wanita.
 
Yoyoh R. Tambera selaku Pengajar dan Penguji Therapist Spa Nasional menyatakan bahwa penyebutan spa disesuaikan dengan asal katanya yang berasal dari bahasa latin, yakni solus per aqua atau sante par aqua. Artinya, kegiatan yang berhubungan dengan air, yang kemudian juga diartikan sebagai terapi air.
 
"Pengertian spa juga sering dikaitkan dengan salah satu kota di Belgia yang memang memiliki nama spa. Kota spa terletak di provinsi Liege dan sudah terkenal sebagai kota dengan sumber air mineral yang menyehatkan," ujar Yoyoh dalam kegiatan Mengenal Budaya Lokal melalui Ritual Kecantikan dan Kebugaran di Gaya Spa Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan, kota spa itu sangat terkenal dengan beberapa sumber pemandian air panas yang menyehatkan tubuh. Sejumlah orang pun percaya bahwa kota spa sering didatangi tentara Roma yang ingin menyembuhkan luka yang mereka dapat usai perang.
 
Pada tahun 1326, seorang pandai besi dari Liege yang bernama Collin le Loup menemukan pemandian air panas di tengah kota spa. Air panas itu memiliki air yang mengandung besi.
 
"Kemudian, di sekitar pemandian air panas tersebut mulai bermunculan health resort yang terkenal. Setelah itu, sebutan spa merujuk pada semua health resort yang berada di dekat pemandian air panas alami," paparnya.
Sejarah Spa, Budaya Lokal sebagai Ritual Perawatan Tubuh
Para pembicara dan Humas Gaya Spa (Foto: Krispen/Medcom.id)
 
Namun, tidak hanya di Roma dan Yunani saja. Kegiatan spa juga berkembang di Jepang dengan nama ryoken, di Turki dengan nama hammams, dan Finlandia dengan nama sauna. Berbagai macam fasilitas kesehatan pun mulai berkembang dan saat ini menjadi andalan di berbagai tempat spa.
 
"Pada era Elizabeth, pemandian air panas sangatlah populer dan banyak mengundang pengunjung yang bertujuan untuk menyembuhkan penyakit mereka. Dahulu, spa hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu seperti bangsawan," jelasnya.
 
Kondisi tersebut berbeda dengan sekarang. Kian hari, seiring berkembangnya zaman, spa telah dapat dinikmati oleh siapa pun dan kapan pun, di lokasi khusus spa maupun hotel-hotel yang menyediakan jasa spa.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif