NEWSTICKER
drg. Maya Marinda Montain, M.Kes saat berada di acara FGD Penanggulangan TBC Bersama Bupati Garut. (Foto: Raka/Medcom.id)
drg. Maya Marinda Montain, M.Kes saat berada di acara FGD Penanggulangan TBC Bersama Bupati Garut. (Foto: Raka/Medcom.id)

Pentingnya Sosialisasi Penyebaran Penyakit TBC

Rona tuberkolosis
Raka Lestari • 30 Januari 2020 17:07
Garut: Ada banyak orang yang memiliki stigma, sehingga tidak banyak orang yang menjauhi pasien TBC. Stigma inilah yang sering membuat pasien TBC justru malu mengakui penyakitnya tersebut sehingga pengobatan bagi pasien TBC pun tidak efisien.
 
“Kadang yang membuat pasien takut berobat itu karena ketidaktahuan dia dan masyarakat bahwa penyakit ini bisa disembuhkan dan bisa dicegah,” ujar Kepala Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Bandung, drg. Maya Marinda Montain, M.Kes, dalam acara FGD Penanggulangan TBC Bersama Bupati Garut, Jawa Barat.
 
Dokter Maya menambahkan bahwa, memang diperlukan sosialisasi mengenai penyebaran penyakit TBC kepada masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau di kami sendiri, selain program pengobatan memang ada program penyuluhan juga. Jadi sebelum pasien memasuki pengobatan, dia harus masuk ke penyuluhan terlebih dahulu.
 
Hal itu berguna agar, pasien itu tahu mengenai kondisi dia seperti apa, kemudian cara pengobatannya dan berapa lama, dan apa yang harus dia kerjakan. Sebab TBC ini kan berkaitan dengan gizi yang baik, bagi pasien yang merokok juga harus berhenti merokok. Jadi dia memang harus melalui penyuluhan terlebih dahulu barulah ke pengobatan.
 
“Hal inilah yang harus dilakukan sehingga pasien sadar betul bahwa dia memiliki tanggung jawab untuk dirinya dan keluarga agar terhindar dari penularan TBC,” terang Maya.
 
“Selain itu pasien juga harus memiliki keyakinan bahwa dia bisa sembuh dengan cara berobat sampai selesai. Nah ini yang kadang-kadang tidak didapatkan, terkadang karena merasa sudah sehat tidak melanjutkan pengobatan. Padahal bakteri tersebut baru bisa hilang total setelah pengobatan 6 bulan sesuai program," jelasnya.
 
Lebih lanjut, drg. Maya juga menambahkan, terkadang ada juga beberapa kendala yang berasal dari lingkungan. Salah satunya tempat kerja.
 
“Pasien TBC itu kan biasanya harus berobat secara rutin setiap bulannya, sehingga memang harus sering izin berobat. Kalau seperti ini sebenarnya butuh komitmen dari pemerintah juga agar pasien TBC bisa diberikan kesempatan untuk melakukan pengobatan secara rutin," ujar drg Maya.
 
"Memang salah satu tugas kami juga salah satunya menginisiasi regulasi tadi, terkait pengendalian TBC agar perusahaan-perusahaan bisa memberikan pasien TBC untuk berobat karena risiko ke lingkungan pekerjaan juga,” tutupnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif