Anak sulit dicegah untuk membatasi diri mereka pada gerakan yang berlebihan. Sebab, anak kerap terlalu aktif bergerak. (Ilustrasi/Pexels)
Anak sulit dicegah untuk membatasi diri mereka pada gerakan yang berlebihan. Sebab, anak kerap terlalu aktif bergerak. (Ilustrasi/Pexels)

Tips Cegah Patah Tulang pada Anak

Rona anak-anak
Sunnaholomi Halakrispen • 11 Januari 2020 09:03
Jakarta: Anak sulit dicegah untuk membatasi diri mereka pada gerakan yang berlebihan. Sebab, anak kerap terlalu aktif bergerak. Berikut tips agar mencegah terjadinya patah tulang pada anak, seperti dilansir WebMD:
 
1. Dapatkan pemeriksaan rutin
 
Pemeriksaan secara rutin terhadap tubuh anak bisa menjadi solusi terbaik, karena cedera seringkali tak mudah disadari. Dokter anak akan memastikan anak Anda tidak memiliki cedera atau masalah kesehatan yang mungkin berisiko di lapangan atau pengadilan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terlebih, jika anak Anda masuk dalam tim inti dari kelompok atau grup olahraga. Buatlah janji bertemu dengan dokter anak sekitar enam minggu sebelum latihan tim pertamanya, sehingga Anda punya waktu untuk mengurus masalah yang ditemukan dokter.
Tips Cegah Patah Tulang pada Anak
(Ilustrasi/Pexels)
 
2. Pilih tim yang tepat
 
Pilih tim olahraga atau lliga yang sesuai dengan usia, ukuran, dan kemampuan anak Anda. Bermain melawan anak-anak yang jauh lebih besar dapat menyebabkan cedera. 
 
Jika dia baru dalam olahraga ini, mulailah dengan tim yang kurang kompetitif. Dia selalu bisa naik ke tingkat berikutnya begitu keterampilannya meningkat. Juga, pastikan para pelatih memiliki pengalaman, jangan mendorong pemain terlalu keras, dan mengajari anak-anak teknik yang mereka butuhkan untuk tetap aman.
Tips Cegah Patah Tulang pada Anak
(Ilustrasi/Pexels)
 
3. Mulai pelatihan dini
 
Siapkan anak Anda dengan program kebugaran sebelum sekolah dimulai. Suruh dia berlari beberapa putaran setiap hari untuk mendapatkan tubuh yang bugar.
 
Juga latih keterampilan yang ia butuhkan jika ingin masuk dalam tim khusus pada kelompok olahraga, seperti melempar dan menangkap bola, menembak keranjang, atau menendang bola ke gawang. Ajari dia tentang aturan olahraga jika dia merupakan pemula.
 
4. Kenakan perlengkapan yang tepat
 
Pastikan anak Anda tahu bahwa peralatan keselamatan bukan opsional. Perlengkapan khusus untuk olahraga seperti sepakbola, olahraga basket, voli, maupun baseball, harus dikenakan demi keselamatan. 
 
Hal yang sama berlaku untuk mengendarai sepeda atau sepatu roda. Untuk beberapa kegiatan, mereka mungkin juga membutuhkan penjaga pergelangan tangan, lutut, tulang kering, dan siku. Pastikan semuanya cocok dengan mereka dan dalam kondisi baik. Jika Anda melihat ada bagian yang hilang, lapisan yang retak atau rusak, segera beli barang baru.
 
5. Temukan sepatu nyaman
 
Kesesuaian yang tepat lebih penting daripada harga dan nama merek. Cocokkan sepatu olahraga dengan jenis olahraga. Sepatu yang tepat akan mencegah slip di lapangan olahraga yang digeluti anak Anda. Contohnya, sepatu lari merupakan sepatu khusus yang terbaik untuk trek. 
 
Saat Anda berbelanja, mintalah anak Anda mencobanya dengan jenis kaus kaki yang ia rencanakan untuk dipakai saat ia bermain. Pastikan ia memiliki cukup ruang untuk menggoyang-goyangkan jari-jarinya dan ada ruang selebar jari di antara ujung jari kakinya yang paling panjang dan ujung sepatu.
 
6. Pemanasan dan pendinginan
 
Anak-anak cenderung terluka ketika bagian tubuhnya tegang. Selama lima hingga sepuluh menit sebelum dia mulai bermain, minta dia untuk berjalan, joging di tempat, atau melakukan beberapa peregangan seperti sentuhan jari kaki atau mengangkat lutut. 
 
Setelah bermain atau berolahraga, buat dia melakukan pendinginan selama sepuluh menit. Cara ini akan memperlambat detak jantungnya, meregangkan otot-otot yang tegang, dan membantu tubuhnya pulih dari olahraga.
 
7. Periksa kondisi lapangan
 
Ketika anak Anda berlari kencang menuju zona tujuan atau akhir, ia mungkin tidak akan melihat lubang di tanah hingga lubang itu membuatnya terjatuh. Sebelum setiap mereka bermain atau berolahraga, pastikan pelatih atau orang tua melakukan pengecekan kondisi lapangan. 
 
Cari tunggul, cabang, atau apa pun yang dapat membuatnya tersandung. Beritahu padanya titik atau lokasi mana saja yang berbahaya baginya. Selain itu, jangan biarkan dia bermain jika permukaan yang basah atau licin.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif