Motivasi tersebut, tak jarang membuat seseorang berlatih sangat keras dan mengalami cedera.
"Ketika seseorang berolahraga, pasti ada kerusakan di tingkat sel. Dalam dunia medis disebut stres oksidatif. Ini tidak selamanya jelek, dalam tubuh, ada sistem yang menetralkannya," jelas Dr. Daniel Witanto dalam acara Metro Plus, di Metro TV.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Namun, ada kalanya tubuh tak bisa menetralisir kerusakan tersebut. Hal itu terjadi jika orang berolahraga secara berlebihan.
"Bisa juga karena tidak pernah berolahraga, tapi sekalinya berolahraga langsung olahraga berat," kata dia, menambahkan.
Stres oksidatif yang tidak dapat dinetralisir tubuh berpotensi menimbulkan berbagai gangguan, seperti letih berkepanjangan, nyeri otot, mudah tersinggung, susah tidur, hingga terjadinya penurunan nafsu makan. Pada jangka waktu panjang, bahkan dapat memicu penyakit berbahaya.
"Timbunan kerusakan sel dapat menurunkan fungsi organ, bahkan, memicu kanker jika dibiarkan dalam waktu yang panjang," lanjut Daniel.
Olahraga yang baik dan benar, papar Daniel, adalah olahraga yang dilakukan secara bertahap (dimulai dari intensitas ringan hingga berat), teratur, dan tidak berlebihan.
Namun, jika kita sudah terlanjur melakukan olahraga berat dan merasakan gejala tidak nyaman pada tubuh, sebaiknya lakukan langkah ini.
1. Ambil waktu istirahat
2. kurangi intensitas latihan
3. ingkatkan waktu tidur
4. Pemijatan dengan teknik sport massage
5. mengubah pola makan
6. Makan nutrisi tepat
7. tingkatkan asupan vitamin, nutrisi dan antioksidan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
