Jakarta: Anda mungkin mengetahui aturan dasar pertolongan pertama dalam keadaan darurat medis. Apalagi penanganan ini dipelajari di sekolah maupun didapatkan dari sosialisasi tim medis di lingkungan masyarakat.
Tetapi pertanyaannya, seberapa betul cara Anda mempraktikan pertolongan pertama terhadap korban ketika kondisi darurat tersebut terjadi? Pasalnya, banyak kesalahan-kesalahan berbahaya yang dilakukan orang saat memberikan bantuan medis kepada korban.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Melansir Times of India, berikut adalah beberapa kesalahan praktik pertolongan pertama yang kerap kali terjadi di masyarakat.
1. Telentang ketika mimisan
Kesalahan praktik pertolongan pertama sering terjadi dalam kasus hidung berdarah atau mimisan. Korban sering diinstruksikan untuk mengambil posisi telentang ketika mengalami mimisan.
Sayangnya ini bukan merupakan tindakan yang tepat. Sebabnya, tindakan ini sama sekali tidak mengendalikan darah yang terus mengalir.
Justru cara ini akan membuat darah mengalir ke tenggorokan dan Anda dapat menelannya, menurut beberapa penelitian. Darah yang tertelan dapat menyebabkan iritasi di perut dan menyebabkan muntah.
Lantas, apa yang harus Anda lakukan untuk menangani kasus mimisan? Anda disarankan mengarahkan korban mengambil posisi bersandar dan menatap ke arah depan sambil menjepit ujung hidung.
Selain itu, pendarahan di hidung kerap disebabkan oleh alergi atau pengaruh cuaca kering. Dengan menjepit hidung, biasanya pendarahan akan berhenti mengalir dalam jangka waktu 10 menit. Jika darah tak kunjung berhenti mengalir, segeralah kunjungi dokter.
2. Menempatkan es di atas luka bakar
Menempatkan batu es ternyata bukan cara yang jitu dalam mengatasi luka bakar. Bahkan kebiasaan ini disebut-sebut secara mutlak tidak boleh dilakukan.
Sebab, meletakkan es pada luka bakar dapat menyebabkan 'sengatan' dingin yang dapat merusak kulit. Anda juga disarankan tidak mengoleskan mentega atau pasta gigi pada luka bakar.
Sementara cara tepat yang bisa Anda lakukan dalam menangani luka bakar adalah dengan membilasnya dengan air dingin yang mengalir selama beberapa menit. Kemudian, perban luka tersebut dengan kain kering bersih.
3. Menggerakan bagian tubuh yang terluka
Sebagian besar orang yang terluka menggerak-gerakan bagian tubuhnya untuk melihat apakah mereka baik-baik saja. Begitupun ketika menemukan kotban kecelakaan di jalanan, saksi mata mungkin akan berusaha membuat korban bergerak, untuk sekadar memastikan korban baik-baik saja.
Tetapi melakukan ini dapat menyebabkan cedera tulang belakang yang serius dan bahkan dapat menyebabkan kerusakan neurologis permanen. Yang Anda harus lakukan adalah dengan segera membawa diri atau korban yang terluka ke rumah sakit. Ini adalah satu-satunya cara untuk mencegah kerusakan lebih parah.
4. Kompres panas pada patah tulang
Kompres panas memang dapat meredakan sakit dan nyeri. Tetapi bagaimanapun hal ini tidak membantu mengobati keseleo ataupun patah tulang. Justru mengompres bagian tersebut dengan air panas dapat meningkatkan pembengkakan.
Untuk menangani dalam keadaan darurat, oleskan kompres es pada fraktur selama 20 menit. Hancurkan es dan bungkus dalam kantong atau sepotong kain bersih dan Anda bisa metakkan kain es di kulit yang mengalami patah tulang. Ulangi hal yang sama beberapa waktu hingga tim medis datang.
5. Menghapus kotoran dari mata
Partikel kecil yang menyusup ke dalam mata seringkali bikin indra pengelihatan itu gatal. Lantas, secara tak sadar tangan spontan mengucek mata yang tersasa gatal tersebut.
Sayangnya, menggosok mata dengan keras untuk menghilangkan partikel debu dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata. Adapun yang harus Anda lakukan adalah dengan membilas mata Anda dengan air keran yang bersih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
