Perjuangan Keira Knightley Mengatasi Gangguan Mental
Keira Knightley (Foto: gettyimages)
Jakarta: Masalah kesehatan mental kerap kali tidak tampak. Hal ini juga yang rupanya dialami bintang Hollywood Keira Knightley.

Saat masih berusia 19 tahun, aktris kelahiran London itu pernah mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), kondisi mental yang dipicu oleh trauma masa lalu dan memberikan serangan panik.

"Rasanya menakjubkan ketika melihat ke masa lalu dari luar, rasanya seperti dihantam bertubi-tubi! Namun, dari dalam hanya terdengar kritik, sungguh. Dan aku sempat waspada bahwa aku tidak tahu apa yang aku lakukan," ungkap aktris yang mengambil peran dalam film The Nutcracker and the Four Realms saat berbincang via Podcast dengan Awards Chatter, wartawan Hollywood Reporter.


Keira melanjutkan, dia tidak tahu apa yang dikerjakan bahkan keahlian yang dimiliki. "Apa yang kuketahui adalah sesuatu yang terkadang bekerja, tetapi tidak tahu bagaimana cara menangkapnya," katanya.

Menurutnya, ketika mendapatkan nominasi ada perasaan tertekan sekaligus rasa bijak untuk menanggapinya. Hal itu terjadi pada saat momen wawancara dan beberapa orang masih berkata-kata.

"Semua orang masih mengira Anda buruk, atau hanya fokus pada penampilan, atau fokus dengan apa yang terjadi dengan Anda. Saat itu aku masih berusia 19 tahun, yang bisa didengar hanyalah hal-hal negatif," paparnya.

Pada usia 22 tahun, bintang film Love, Actually itu mengaku sempat mengalami gangguan mental. Dia kemudian didiagnosa PTSD selama satu tahun dan menjalani terapi.

"Aku menjalani terapi dan terapis itu berkata, 'Ini menakjubkan-Aku biasanya datang kemari dan menemukan orang berpikir sedang membicarakannya dan mereka berpikir mereka tengah dibuntuti, tetapi sebenarnya tidak,'" kenang Keira.

Kini, sebagai figur publik Keira Knightley mencoba mengenali pekerjaannya. Dia ingin menjalani kehidupan yang lebih sehat dan mencoba berbagi apa yang bisa dibaikan kepada publik.

"Aku ingin merasa lebih baik dan aku tidak mengatakan tidak ada jalan untuk pergi. Aku ingin tetap belajar dan menekan diriku mendorong diriku, tetapi aku ada di tempat baik di mana aku sangat nyaman dengan apa yang bisa aku lakukan," ungkapnya.


 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id