Daniel Mananta rela jadi vegetarian demi mempersiapkan diri mengikuti dua ajang lari maraton internasional di tahun 2020. (Foto: Dok. Instagram Daniel Mananta/@vjdaniel)
Daniel Mananta rela jadi vegetarian demi mempersiapkan diri mengikuti dua ajang lari maraton internasional di tahun 2020. (Foto: Dok. Instagram Daniel Mananta/@vjdaniel)

Jelang Tokyo Marathon, Daniel Jadi Vegetarian

Rona maraton daniel mananta
Sunnaholomi Halakrispen • 06 Desember 2019 14:50
Jakarta: Daniel Mananta selaku salah satu presenter menyatakan rela menjadi vegetarian. Hal ini dilakukannya demi mempersiapkan diri mengikuti dua ajang lari maraton internasional di tahun 2020.
 
"Udah mulai, ini minggu kedua sih gue jadi vegetarian selama dua minggu terakhir ini," ujar Daniel di M Bloc Live House, Jakarta Selatan.
 
Ia akan mengikuti lari dengan jarak tempuh 42 kilometer di Tokyo Marathon dan Berlin Marathon 2020. Ia mengaku terinspirasi dari film dokumenter yang sempat ditontonnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Film tersebut memperlihatkan perbandingan antara atlet yang melakukan pola makan vegetarian dengan atlet yang makan daging. Hasilnya, performance lari atlet yang vegetarian lebih bagus dibandingkan atlet yang bukan vegetarian.
 
"Gue lagi nyobain banget untuk nanti maraton bulan Maret untuk jadi vegan jadi sekarang gue lagi enggak makan daging ayam, ikan, gua bener cobain plans best diet," tuturnya.
 

(Potret salah satu persiapan Daniel melalui Instagramnya. Foto: Dok. Instagram Daniel Mananta/@vjdaniel)
 
Pada film dokumenter tersebut, kata Daniel, ketika orang mengonsumsi daging maka ada kandungan minyak di dalam darah yang kemudian akan lebih berat ketika dipompa oleh jantung. Selama dua minggu terakhir menjadi vegetarian, Daniel mengaku ada perubahan dari dirinya.
 
"Itu dia kenapa orang gampang sakit jantung. Jadi gue sekarang jadi vegan, gue ngerasa lebih ringan, badan gue jadi enak banget aja, kulit gue lebih cerah," akunya.
 
Public figure dalam negeri ini mengaku tidak memakan daging, fokus pada santapan sehat seperti sayuran dan mengonsumsi susu kedelai. Ia juga membatasi konsumsi telur.
 
"Di Indonesia jujur agak sulit karena untuk mencari makanan vegetarian enggak semudah itu. Tapi untungnya gue ada katering dan kebetulan si katering ini yang support makanan gue, vegetarian," paparnya.
 
Tiga bulan sebelum memperlihatkan diri di area Tokyo Marathon, Daniel siap dengan pola makan sehat yang kini dilakoninya. Targetnya, bisa mencapai garis finish dengan durasi kurang dari empat jam.
 
"Di training gue saat ini mati-matian banget. Seandainya gue bisa di bawah empat jam, jadi vegetarian terus agar performance gue lebih baik dan lebih baik lagi," pungkasnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif