Stres bisa dimanfaatkan dengan baik. Asalkan belum mencapai titik kronis. (Foto: Pexels.com)
Stres bisa dimanfaatkan dengan baik. Asalkan belum mencapai titik kronis. (Foto: Pexels.com)

Memetik Manfaat Stres

Rona manfaat stres
Dhaifurrakhman Abas • 13 Agustus 2019 09:00
Menurut ahli manajemen stres, Jennifer Wegmann mengatakan penelitian menemukan 20 persen orang Amerika mengalami tingkat stres yang sangat tinggi. Tetapi, kata dia, sebagian orang bisa berdamai dengan stres dan tetap sukses.
 

 
Jakarta: Rasanya mustahil menjalani hidup tanpa stres dan kecemasan sedikitpun. Meskipun setiap orang tak mau berurusan dengan kondisi tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apalagi stres kronis memiliki dampak buruk buat kesehatan. Stres meningkatkan risiko terserang penyakit jantung, diabetes, penurunan libido, masalah pencernaan, dan gangguan tidur serta nafsu makan berkurang.
 
Bukan hanya itu. Melansir Healthline, pada 2018 lalu, peneliti Harvard melaporkan, orang dengan kadar hormon stres kortisol berkinerja lebih buruk pada tes memori.
 
Akan tetapi menurut ahli manajemen stres, Jennifer Wegmann, stres kian berdampak pada kesehatan manusia lantaran stigma dari para penyakit itu sendiri. Alhasil penderitanya semakin kalut ketika mengalami stres.
 
“Alasan utama kita memandang stres secara negatif adalah narasi dominan yang dikemukakan oleh penelitian stres yang berfokus pada dampak negatif stres, seperti penyakit kronis dan melemahkan seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes tipe dua,” kata pengajar manajemen stres, di Sekolah Keperawatan Universitas Binghamto itu.
 
Wegmann mencatat, penelitian lain yang diterbitkan American Psychological Association (APA) pada 2017 lalu. Penelitian itu menemukan 20 persen orang Amerika mengalami tingkat stres yang sangat tinggi. Tetapi, kata dia, sebagian orang bisa berdamai dengan stres dan tetap sukses.
 
"Jika orang Amerika dapat belajar memanfaatkan stres dengan cara yang positif, itu tidak hanya membantu mengurangi hasil negatif yang dialami orang, tetapi juga mengarah pada peningkatan kesejahteraan, lebih banyak produktivitas, dan pertumbuhan pribadi," ungkap dia.
 
Memetik Manfaat Stres
(Stres bisa dimanfaatkan dengan baik. Asalkan belum mencapai titik kronis. Foto: Pexels.com)

Stres jangka pendek bisa bermanfaat bagi Anda

Hal serupa diungkapkan peneliti stres, Lisa Damour. Dalam buknya yang berjudul "Pressure: Confronting the Epidemic of Stress and Anxiety in Girls," Damour menyebut stres bisa dimanfaatkan dengan baik. Asalkan belum mencapai titik kronis.
 
Katanya, stres jangka pendek bisa bermanfaat dalam membangun kapasitas pada diri seseorang. Sebab stres yang moderat dapat memiliki fungsi inokulasi. Hal ini mengarahkan seseorang tahan banting ketika dihadapkan dengan kesulitan baru di kemudian hari.
 
Damour menyamakannya dengan sistem alarm internal. Menurut dia hal ini kemungkinan besar diturunkan oleh evolusi yang memeringatkan manusia dari ancaman.
 
"Seperti ketika kita menghindar ketika ada pengemudi yang membelok di jalur terdekat," sambung dia.
 
Selain itu, Damour mengatakan stres meningkatkan adrenalin. Dalam konteks pekerjaan, hal ini membuat pikiran manusia memprioritaskan dan mengatur tugas-tugas mana yang perlu diselesaikan pertama kali.
 
"Hal-hal ini tidak menjadi negatif sampai mereka mengganggu atau mengganggu motivator atau mulai menyebabkan penderitaan mental atau fisik yang negatif," katanya.
 
Namun, Damour menyebut, stres menyebabkan bahaya ketika melampaui batasan kemampuan seseorang. Hal ini menyebabkan sistem alarm internal menjadi tidak berfungsi.
 
"Di lain waktu, alarm sama sekali tidak sebanding dengan ancaman, seperti ketika seorang siswa mengalami serangan panik atas kuis kecil yang sama sekali tidak dimengerti," tandasnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif