Lima Tanda Anda Perlu Berhenti Memompa ASI
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Menyusui secara langsung terkadang merepotkan dan tidak bisa dilakukan ibu yang bekerja. Memompa ASI, kemudian menyimpannya sebagai cadangan bisa sangat membantu agar bayi tetap mendapatkan ASI eksklusif.

Namun, Anda juga perlu mengetahui tanda-tanda yang diberikan oleh tubuh bahwa Anda sebaiknya berhenti untuk melakukan pompa ASI. Seperti apa saja tanda-tanda bahwa sebaiknya Anda berhenti sementara untuk memompa ASI?

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika memompa ASI, dilansir dari Romper.


1. Puting payudara luka

Puting yang luka atau pecah-pecah dapat terjadi pada saat proses menyusui dan sangat umum terjadi pada awal-awal menyusui. Jika Anda masih bisa melakukan menyusui secara langsung, cobalah untuk tidak memompa ASI terlebih dahulu untuk beberapa lama.

2. Terdapat darah pada ASI

Luka pada puting payudara dapat menyebabkan pendarahan, yang dapat masuk ke dalam ASI Anda jika Anda memompa.  Jika Anda melihat darah di dalam ASI, Dr Mona Gabbay, dokter dari New York menyarankan Anda mengistirahatkan untuk memompa ASI selama 24-48 jam. Atau bisa menggunakan alat pemompa yang lebih besar dengan diameter 27-30mm ketika memompa ASI.

3. Rasa sakit ketika memompa ASI

Memompa ASI seharusnya tidak menyakitkan. Danielle Downs Spradin, IBCLC, CLC, pemilik Oasis Lactation Services mengatakan kepada Romper "Terkadang menggunakan alat pemompa yang ukurannya tepat dengan payudara Anda. Jika Anda menggunakan alat pemompa ASI dengan ukuran yang tidak tepat maka hanya akan membuat payudara Anda terasa sakit."

4. Produksi ASI yang berlebihan

"Produksi ASI yang berlebihan dapat terjadi secara alami, namun bisa juga terjadi karena stimulasi yang berlebihan pada payudara ketika masa awal menyusui," ujar  Leigh Anne O'Connor, IBCLC.

O'Connor menyarankan bahwa jika bayi Anda menyusui dengan baik sebaiknya Anda bisa berhenti sementara dari memompa ASI.  Jika Anda terus menyusui dan memompa pada saat yang sama, tubuh Anda akan terus menerus menghasilkan ASI sehingga berlebihan.

5. Terlalu sering memompa ASI

Memompa ASI sebaiknya tidak dilakukan berlebihan. Tetap saja hal yang terbaik adalah memberikan ASI secara langsung kepada bayi Anda sendiri. Dan jika ini terjadi, maka Anda harus berhenti untuk memompa ASI.

Lihat video:





(DEV)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id