Ilustrasi.
Ilustrasi.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mencoba Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Rona hamil
Sri Yanti Nainggolan • 14 Januari 2016 15:59
medcom.id, New York: Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan bahwa pasangan yang telah mengalami keguguran dini dan mencoba kembali hamil setelah tiga bulan, cenderung lebih berhasil daripada mereka yang menunggu lebih lama. Para peneliti melibatkan sekitar 1.000 pasangan yang mengalami keguguran dini dan menemukan bahwa wanita yang mencoba untuk hamil lagi dalam waktu tiga bulan memiliki kemungkinan 71 persen lebih tinggi hamil daripada mereka yang menunda lebih lama.
 
Dari 765 pasangan yang mulai mencoba untuk hamil dalam waktu tiga bulan, 77 persen akhirnya melahirkan bayi dengan selamat. Studi ini tidak bisa membuktikan bahwa mencoba hamil kembali setelah keguguran membuat hamil lebih cepat atau menghasilkan bayi yang sehat. 
 
Namun, temuan ini menyarankan agar para wanita tidak perlu mengindahkan saran tradisional untuk menunda kehamilan lebih dari tiga bulan setelah keguguran dini, ujar peneliti senior Enrique Schisterman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk wanita yang mengalami keguguran dini, data kami menunjukkan bahwa tak ada dasar untuk menunda umencoba hamil lagi," kata Schisterman, seorang ahli epidemiologi di Institut Nasional Kesehatan Anak dan Pembangunan Manusia Eunice Kennedy Shriverdi Rockville, Maryland.
 
Untuk mengetahui bagaimana kalkulasi waktu dalam usaha pembuahan yang akan mempengaruhi kehamilan setelah keguguran, Schisterman dan rekannya meneliti data pada wanita yang mengalami sekali atau dua kali keguguran.
 
Rata-rata, wanita berusia sekitar 29 tahun dan pasangan mereka di sekitar 30 tahun. Sebagian besar berkulit putih, menikah, dan pendidikannya minimal SMA.
 
Sebagian dari mereka mengalami keguguran pada minggu ke delapan hingga 13, dan 44 persen lainnya kehilangan bayi sebelum delapan bulan dimana itu jatuh pada trimester pertama. 
 
Dalam waktu enam siklus menstruasi setelah keguguran, 644 pasangan berhasil hamil lagi. Dari mereka, 491 memiliki bayi dan kebanyakan lahir dalam jangka waktu normal, tetapi 22 prematur.
 
Setelah disesuaikan untuk usia, ras, berat badan, pendidikan dan kesuburan, tidak tampak perbedaan dalam komplikasi seperti tekanan darah tinggi atau diabetes selama kehamilan berdasarkan pada, apakah wanita mulai mencoba dalam waktu tiga bulan dari keguguran atau tidak.
 
Salah satu keterbatasan dari penelitian ini adalah bahwa hanya sekitar 60 persen dari pasangan memiliki tanggapan yang masuk akal untuk pertanyaan tentang berapa lama mereka telah mencoba untuk hamil karena keguguran. Sisanya, 396 pasangan melaporkan tanggal sebelum keguguran sebagai waktu untuk memulai untuk hamil lagi setelah keguguran.
 
Sejumlah penelitian sebelumnya telah menghubungkan jarak pendek antara kehamilan dengan peningkatan risiko komplikasi seperti tekanan darah tinggi, membran yang pecah terlalu dini, berat badan ringan dan kelahiran prematur.
 
Meskipun wanita mungkin dapat hamil lagi tanpa menunda setelah keguguran, mereka harus mempertimbangkan risiko lainnya ketika memutuskan waktu yang tepat untuk mulai mencoba pada bayi. Ada juga isu kesehatan mental yang perlu diperhatikan. "Setelah mengalami keguguran, terutama untuk yang berulang kali, kebanyakan dokter merekomendasikan pasangan tersebut yakni bahwa mereka siap secara emosional dengan kemungkinan keguguran lainnya," ujar Hurd. (Foxnews)
 

(LOV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif