Dalam beberapa kasus, muntah akan membuat anak Anda merasa lebih baik secara instan. (Ilustrasi/Pexels)
Dalam beberapa kasus, muntah akan membuat anak Anda merasa lebih baik secara instan. (Ilustrasi/Pexels)

Mengenali dan Menangani Muntah pada Bayi dan Anak

Rona anak-anak
Anda Nurlaila • 18 Januari 2020 11:19
Jakarta: Muntah bisa menjadi pengalaman traumatis bagi anak dan orang tua. Anak bisa merasa takut atau tidak nyaman. Sementara orang tua tidak tahu apakah hanya penyakit kecil atau sesuatu yang lebih  serius. 
 
"Muntah memiliki tujuan mengurangi tekanan atau mengeluarkan racun dari sistem," kata kepala divisi gastroenterologi anak di Children's Hospital of Pittsburgh Susan Orenstein.
 
Dalam beberapa kasus, muntah akan membuat anak Anda merasa lebih baik secara instan. Sementara pada orang lain, muntah hanyalah satu gejala di antara beberapa gejala penyakit anak. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti dimuat dalam Parents ada beberapa gejala muntah yang menandakan penyakit tertentu pada anak:
 
Muntah + diare + demam ringan
 
Gastroenteritis atau sering disebut flu perut, adalah salah satu penyakit perut yang paling umum pada anak-anak berusia 6-24 bulan meski dapat menyerang anak segala usia. 
 
Penyakit yang disebabkan oleh rotavirus ini mudah menyerang anak 3-5 tahun umumnya berlangsung 3-5 hari. Gastroenteritis lebih sering terjadi pada musim hujan. Muntah dan diare biasanya berlangsung 24-48 jam. 
 
Penanganan: Hindari makan dan minum selama beberapa jam setelah muntah berhenti. Kemudian perlahan-lahan lanjutkan pemberian cairan dan makanan. Beri anak satu sendok teh susu atau jus setiap beberapa menit selama sekitar satu jam. Jika anak manu dorong anak makan apa pun yang dia inginkan. Bila anak muntah dan diare berulang, beri cairan penggenati elektrolit untuk mencegah dehidrasi. 
 
Hubungi dokter anak sulit minum atau makan, diare selama 12 jam atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi. Yaitu lidah atau bibir kering; sedikit buang air kecil; atau, pada bayi, fontanel (titik lunak di atas kepala) cekung.
 
Muntah persisten setelah menyusui atau pemberian susu botol
 
Anak mungkin mengalami Pyloric stenosis atau penebalan otot katup antara lambung dan usus kecil. Stenosis pilorus paling sering didiagnosis pada bayi laki-laki usia 3-8 minggu tapi juga bisa dialami anak perempuan. 
 
Tindakan cepat: Jika bayi baru lahir Anda muntah setiap habis makan selama satu atau dua hari, hubungi dokter anak. Setelah didiagnosis, kondisinya dapat dikoreksi dengan operasi sederhana untuk memperluas pembukaan otot. Bayi biasanya bisa pulang dalam dua hari.
 
Muntah + ruam
 
Jika anak muntah berulang kali setelah makan dan muncul ruam di sekitar mulut, leher, belakang lutut atau lekukan sikunya, ia mungkin alergi terhadap susu formula atau susu yang diminumnya.  Anak juga bisa alergi makanan umum lain seperti stroberi, cokelat, atau kacang.
 
Tindakan cepat: Hubungi ambulance segera jika anak mengalami gejala-gejala seperti sesak napas atau pembengkakan mulut atau tenggorokan. Reaksi alergi yang ekstrem bisa berakibat fatal jika tidak ditangani cepat. Sebaiknya simpan antihistamin seperti Benadryl. Jika tidak, temui dokter anak. Ruam menandakan peradangan di usus, yang menghambat penyerapan makanan dan penambahan berat badan. 
 
Secara keseluruhan, reaksi ini jarang terjadi pada bayi karena lebih jarang terpapar gula, protein, atau lemak dalam makanan yang cukup lama untuk mengembangkan alergi. 
 
Untuk meminimalkan risiko alergi, perkenalkan makanan sesuai dengan rekomendasi dan jadwal dokter anak Anda. Banyak dokter menyarankan menunggu hingga anak berusia 6 bulan untuk memperkenalkan makanan padat dan 12 bulan sebelum menambahkan susu sapi ke dalam menu. Perhatikan reaksinya selama beberapa hari sebelum memperkenalkan makanan lain.
 
Muntah + darah
 
Anak bisa saja mengalami sakit perut dan pembuluh darah yang pecah. Atau bisa juga berupa robekan jaringan di perut akibat muntah yang kuat. Dalam kasus yang lebih jarang, mungkin disebabkan oleh ulkus perdarahan dari bakteri yang disebut Heliocobactor pylori, atau dari obat antiinflamasi nonsteroid seperti aspirin atau obat seperti aspirin.
 
Tindakan cepat: Hubungi dokter anak segera kapan saja anak Anda muntah darah. Dan jangan berikan aspirin kepada anak-anak atau remaja. Selain meningkatkan risiko tukak perdarahan, aspirin meningkatkan potensi anak mengembangkan sindrom Reye, gangguan pembengkakan otak yang serius.
 
Muntah berwarna kuning kehijauan yang cerah
 
Warna hijau terang berarti anak Anda muntah empedu, sekresi hati, yang dapat mengindikasikan obstruksi gastrointestinal karena cacat lahir, penyumbatan mekonium, atau usus bengkok (volvulus). Penyumbatan meconium dan volvulus paling sering didiagnosis selama bulan pertama kehidupan. Meskipun anak-anak usia sekolah dapat mengembangkan volvulus jika usus mereka rentan terhadap puntiran.
 
Tindakan cepat: Hubungi dokter Anda atau pergi ke bagian unit gawat darurat. Muntah bernoda empedu adalah keadaan darurat dan sering diperlukan pembedahan untuk memperbaiki masalah.
 
Muntah berulang tanpa sebab yang jelas
 
Sindrom muntah siklik, yang menyerang 1-2 persen anak usia sekolah. Dengan gangguan otak-usus ini anak-anak mengalami periode muntah hebat dari beberapa jam hingga beberapa hari. Minggu atau bulan kemudian ikuti di mana mereka bebas gejala sebelum siklus dimulai lagi. 
 
Sindrom muntah siklik tidak umum seperti penyakit perut akibat virus. "Tapi tidak menyadarinya bisa menimbulkan masalah besar karena anak dapat diperlakukan salah selama bertahun-tahun," kata Direktur Pusat Motilitas Gastrointestinal Pediatrik di Rumah Sakit Anak di Orange County Paul Hyman, California. 
 
Tindakan cepat: Jika anak mengalami episode muntah yang hebat, catat berapa lama mereka bertahan dan kapan periode muntah kembali. Jika Anda mendeteksi suatu pola, beri tahu dokter anak Anda. Berbagai obat dapat mengendalikan meskipun tidak menyembuhkan sindrom muntah siklik. 
 
Muntah + demam + jeritan menusuk (bayi) atau leher kaku (anak yang lebih besar)
 
Meningitis bakteri adalah infeksi otak yang berpotensi serius. Untungnya, sejak pengembangan vaksin Haemophilus influenzae tipe b (Hib) untuk bayi meskipun kasusnya semakin sedikit. Selain muntah, gejala meningitis pada anak yang lebih besar mungkin termasuk sakit kepala, leher kaku, dan disorientasi.
 
Tindakan cepat: Segera panggil dokter anak jika bayi Anda muntah, demam, dan mudah rewel. Atau jika anak Anda yang lebih besar muntah dan mengeluh leher kaku atau tampak pusing dan bingung.
 
Muntah + sakit perut yang parah
 
Anak Anda mungkin menderita radang usus buntu, yakni peradangan pada organ kecil berbentuk jari yang melekat pada usus besar. Ini lebih umum pada anak-anak di atas usia 10 tahun. Awalnya, terasa sakit ringan dan konstan di sekitar pusar.  Dalam beberapa jam sakit berpindah ke sisi kanan bawah perut dan meningkat ketika infeksi bertambah. 
 
Jika pecah, anak Anda mungkin merasa lebih baik karena tekanan menyakitkan hilang. Namun, enam hingga delapan jam setelah pecah, dia akan merasa sakit lagi ketika racun menyebar ke seluruh rongga perut. Usus buntu yang pecah jarang berakibat fatal, tetapi serius dan perlu mendapat perawatan medis segera. 
 
Tindakan cepat: Hubungi dokter jika anak muntah selama beberapa jam dan mengeluh sakit perut, terutama di sekitar pusar atau di sisi kanan bawah perutnya. Jika didiagnosis menderita radang usus buntu, usus buntu perlu segera diangkat. Hal baiknya adalah tidak perlu mengubah pola makan atau gaya hidupnya setelah operasi ini.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif