Ketika bersepeda, perhatikan berapa amannya target angka heart rate atau detak jantung yang ingin dicapai. Maka dari itu, tidak boleh berlebihan, karena tentu akan berbahaya.(Ilustrasi/Pexels)
Ketika bersepeda, perhatikan berapa amannya target angka heart rate atau detak jantung yang ingin dicapai. Maka dari itu, tidak boleh berlebihan, karena tentu akan berbahaya.(Ilustrasi/Pexels)

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Bersepeda

Rona sepeda
Sunnaholomi Halakrispen • 30 Juli 2020 12:07
Jakarta: Kegiatan berolahraga semakin diminati di tengah kenormalan baru atau new normal pandemi covid-19 saat ini. Salah satunya, bersepeda. Namun, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum bersepeda?
 
Sementara itu, kian hari tidak sedikit informasi yang menakutkan. Misalnya, pesepeda yang jatuh dengan beragam asumsi, hingga diambil kesimpulan yang simpangsiur. 
 
"Ada yang bilang karena pakai masker tiba-tiba tergeletak. Masker tidak berpengaruh pada saturasi oksigen, bisa dibuktikan itu ada penelitiannya. Bahwa kalau ada komplikasi kemudian terjatuh ya berarti orang itu memang sudah ada suatu kelainan. Jangan maskernya yang disalahkan," ujar Ketua Sports, Shoulder, Spine, & Foot & Ankle Clinic Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Henry Suhendra, Sp.OT., dalam Media Gathering Bulan Juli, Pelayanan Komprehensif untuk Cidera Olahraga, Kaki, Pergelangan Kaki, Bahu, dan Tulang Belakang di Masa Pandemi, Siloam Hospitals Kebon Jeruk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, apabila menyangkut pemanasan, semua aktivitas olahraga memang membutuhkan pemanasan. Hal yang harus diingat ialah di dalam pemanasan, termasuk stretching. Sebab, stretching merupakan persiapan tepat sebelum melakukan suatu aktivitas olahraga. 
 
"Pemanasan perhatikan di mana kita meningkatkan heart rate kita. Jadi saat istirahat itu harus kita naikkan secara perlahan dan perlahan. Artinya, bertahap," tuturnya.
 
Ketika bersepeda, perhatikan berapa amannya target angka heart rate atau detak jantung yang ingin dicapai. Maka dari itu, tidak boleh berlebihan, karena tentu akan berbahaya. 
 
"Jadi selain heart rate yang kita naikkan, itu tidak bisa langsung cepat. Mengenai stretching, masih banyak yang melakukan passive strecthing. Sebenarnya itu kurang baik," paparnya.
 
"Jadi passive stretching itu sebelum mulai kita stretching macam-macam, sama dengan karet dingin yang kita tarik terus, itu lama-lama bisa putus nanti," jelasnya.
 
Stretching yang baik bagi pesepeda, kata dr. Henry, adalah melakukan dynamic stretching atau melakukan aktivitas olahraga yang dimulai dengam tempo yang lambat terlebih dahulu.
 
Dengan kata lain, jangan langsung diforsir atau tempuh jarak yang jauh ketika baru bersepeda. Akan tetapi, adaptasikan tubuh kita supaya jantung siap dan heart rate-nya bisa membaik.
"Untuk setelah bersepeda atau cooling down, lakukan aktivitas yang sama tapi temponya heart rete-nya diturunkan perlahan-lahan," pungkasnya.
 

 

(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif