Penyebab anak berkebutuhan khusus termasuk anak dengan autisme sangat sulit untuk diketahui dan belum bisa dipastikan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Penyebab anak berkebutuhan khusus termasuk anak dengan autisme sangat sulit untuk diketahui dan belum bisa dipastikan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Tanda-tanda Si Kecil Berkebutuhan Khusus

Rona autisme pada anak
Sunnaholomi Halakrispen • 21 November 2019 14:37

Jakarta: Penyebab anak berkebutuhan khusus termasuk anak dengan autisme sangat sulit untuk diketahui dan belum bisa dipastikan. Hal ini disampaikan oleh Nuryanti Yamin selaku Ortopedagog dan Co-Founder Drisana Center.
 
"Anak berkebutuhan khusus penyebabnya belum diketahui secara pasti, tapi faktor genetik bisa jadi penyebab anak berkebutuhan khusus," ujar Nuryanti di teamLab Future Park Jakarta Mall Gandaria City, Jakarta Selatan, Rabu, 20 November 2019.
 
Sementara itu, autisme dengan down syndrome mungkin sekilas tak terlihat perbedaannya. Nuryanti menyatakan bahwa down syndrome bisa ditandai dari wajah antar anak yang terlihat sama, relatif cantik dan tampan, baik anak berkulit putih atau gelap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan, anak dengan autisme bisa dilihat dari perilakunya dalam berinteraksi sosial atau saat berkomunikasi dengan orang lain.
 
Kesulitan berinteraksi ini disebabkan hanya dirinya yang memahami maksud dari komunikasi yang disampaikan ke orang lain. Semakin lama cenderung memukul diri sendiri.
 
"Definisi autisme adalah gangguan perkembangan otak yang mengganggu bersosial dan berkomunikasi. Akhirnya ada perubahan perilaku karena tidak bisa berkomunikasi. Cara mengatasinya harus dibawa ke psikolog," tuturnya.
 
Tanda-tanda Si Kecil Berkebutuhan Khusus
(Nuryanti Yamin selaku Ortopedagog dan Co-Founder Drisana Center mengatakan, anak berkebutuhan khusus penyebabnya belum diketahui secara pasti, tapi faktor genetik bisa jadi penyebab anak berkebutuhan khusus. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Perhatikan tanda-tanda anak dengan autisme

Tanda-tandanya bisa diperhatikan dari perkembangan si kecil saat berusia satu hingga tiga tahun. Bagaimana perkembangan pola komunikasinya, apakah dia kesulitan melakukannya.
 
"Jika usia satu sampai tiga tahun tidak ada minat berinteraksi dan berkomunikasi, itu harus warning. Misalnya, kita nunjuk dia ke mana-mana enggak fokus. Jadi harus diwarning," paparnya.
 
Bahkan saat bayi berusia tiga bulan, akan ada respons ekspresi wajah atau gerakan tubuh lainnya ketika sang orang tua memperagakan 'cilukba'.
 
Bisa juga diperhatikan saat anak digendong orang lain dan sang ibu berjalan melewatinya, anak itu biasanya akan menangis mencari perhatian ibunya.
 
"Biasanya anak tertarik dengan sesuatu mainan. Anak dengan autiame punya cara bermain sendiri. Makin dia besar, awarnessnya akan terlihat berkurang terhadap hal-hal di sekitarnya," imbuhnya.
 
Apabila terlihat tanda-tanda tersebut, anak harus lebih diperhatikan karena memiliki hak yang sama seperti anak lain, mendapatkan perlindungan dan kasih sayang. Nuryanti menekankan, ketika anak tantrum atau marah-marah, berikan ruang dan waktu agar si anak memiliki kebebasan mengatasi emosinya sendiri.
 
"Kalau dia sudah mulai mendorong, memukul orang, dan sebagainya, yamg perlu kita lakukan itu tetap tenang atau tidak overacting. Karena kalau kita overacting, dia akan semakin menjadi," pungkasnya.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif