Jakarta: Buaya merupakan salah satu hewan yang memiliki gigitan paling kuat. Kekuatan gigitan hewan tersebut bisa melebihi 5.000 psi.
Sementara itu Jaguar merupakan jenis kucing besar yang memiliki gigitan terkuat di antara genus panthera. Kekuatannya bisa mencapai 2000 psi. Bisa dibilang itu dua kali lipat lebih kuat dari gigitan harimau dan tiga kali lipat kekuatan cengkraman rahang singa.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Berbeda dengan hewan, manusia memiliki kekuatan gigitan yang lebih lemah. Hitungannya hanya sekitar 160 PSI. Anda bisa mendapatkan gigitan manusia dari hal sepele. Ambil misal, pada kebiasaan sebagian orang yang suka mencabuti kuku dengan gigi.
Meski terlihat sepele, gigitan manusia tampaknya bisa berbahaya dan bikin masalah pada kesehatan Anda. Dalam beberapa kasus, gigitan manusia bahkan bisa sama berbahayanya dengan gigitan hewan.
Menurut Times of India, hal ini terjadi karena mulut manusia merupakan rumah bagi berbagai jenis bakteri dan kuman. Jika gigitannya cukup kuat sampai menembus lapisan kulit, tubuh Anda bisa terkena infeksi.
Adapun salah satu pertanda yang menunjukkan gejala awal infeksi adalah terjadinya luka robek pada kulit. Alih-alih diembuhkan sel darah putih, bekas gigitan tadi justru membuat kulit melunak dan sedikit membengkak.
Lambat laun Anda akan melihat pembentukan nanah di luka. Hal ini yang merupakan pertanda awal bahwa Anda telah terinfeksi dan mesti segera mengobatinya.
Lantas, cara menyembuhkan dari gigitan manusia? Jika gigitannya telah merusak kulit, segera bersihkan lukanya dengan air ledeng. Jika pendarahan tidak berhenti, oleskan bekas gigitan dengan kain kering yang lembut.
Namun yang perlu diingat, walaupun luka infeksi tampaknya kecil, ada baiknya Anda segera berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan perawatan medis.
Dokter mungkin akan menyarankan Anda segera mendapat perawatan medis berupa suntikan tetanus. Khususnya jika Anda belum pernah mendapat suntik tetanus dalam rentang waktu lima tahun belakangan.
Manfaat Kolagen untuk Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(FIR)
