Foto: kemkes.go.id
Foto: kemkes.go.id

Cegah Dehidrasi, Kapuskes Haji Canangkan Gerakan Minum Air

Rona dehidrasi Haji 2019
Sunnaholomi Halakrispen • 17 Juli 2019 12:28
Seluruh jemaah haji yang akan berangkat ke Makkah beserta seluruh hadirin yang hadir untuk meminum air yang sudah disiapkan. Hal itu merupakan upaya pencegahan sekaligus penanggulangan persoalan-persoalan dehidrasi.
 

Jakarta:
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kapuskes) Haji, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc, melepas kloter JKS 01 asal Embarkasi Jakarta yang bertolak dari Madinah menuju Mekah, Senin, 15 Juli 2019. Pelepasan ini untuk memulai rangkaian ibadah wajib dan rukun haji. Saat pelepasan, dicanangkan Gerakan Minum Air Bersama.
 
Eka mengajak seluruh jemaah haji yang akan berangkat beserta seluruh hadirin yang hadir untuk meminum air yang sudah disiapkan. Jemaah diingatkan bahwa gerakan ini merupakan upaya pencegahan sekaligus penanggulangan persoalan-persoalan dehidrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jadi jemaah kita itu faktor yang menyebabkan sakit adalah kekurangan cairan. Kekurangan cairan menyebabkan tidak seimbangnya elektrolit dan metabolisme tubuh,” kata Eka dikutip dari situs Kementerian Kesehatan.
 
Pada kesempatan tersebut, Kapuskes haji tidak sendirian. Dia hadir bersama Kepala Bidang Kesehatan dr.Indro Murwoko, Kabid Bimbingan Petugas Kemenag, dan Kepala Sektor 2 Daker Madinah beserta jajaran Panitia Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) 2019.
 
“Kami pemerinah, Kemenkes dan Kemenag, sama-sama bekerja untuk memberikan edukasi dan praktik langsung kepada jemaah haji untuk minum bersama-sama,” tutur Eka.
 
Eka berharap gerakan yang sudah dimulai sejak 2018 ini dapat lebih masif di tahun ini. Ia ingin agar gerakan ini dapat menjadi budaya jemaah haji Indonesia secara berkelanjutan atau mulai dari sekarang hingga seterusnya.
 
Dia pun tidak bosan mengimbau jemaah untuk lebih sering minum selama berada di Arab Saudi. Sebab, sangat berpengaruh pada aktivitas para jemaah dengan tingginya suhu dan penguapan di lokasi sekitar.
 
“Harapan kami ini sebagai suatu budaya jemaah haji Indonesia agar bisa senantiasa tahu, lebih baik mencegah daripada mengobati,” pungkasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif