Sunat merupakan pelepasan kulup atau kulit di ujung organ kelamin laki-laki. Ada beberapa metode yang digunakan masyarakat Indonesia untuk proses ini, yakni tradisional, konvensional, klem, hingga electric cauter yang dikenal dengan sunat laser.
Metode tradisional yang masih dilakukan secara manual, dengan menggunakan gunting, pisau atau benda tajam lainnya. Cara ini masih dilakukan di beberapa daerah yang kekurangan tenaga medis profesional. Padahal, metode ini jelas kurang higienis dan aman.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Sementara, metode konvensional, yang juga masih sering dilakukan di Indonesia, membutuhkan waktu penyembuhan lebih lama dengan cara yang lebih sulit.
"Jahitan pada metode konvensional membuat waktu penyembuhan lebih lama, sekitar seminggu dengan waktu sunat 10-20 menit. Kemudian, tidak boleh kena air juga. Makanya, biasanya dilakukan saat libur sekolah," ucap dr Mahdian Nur Nasution, SpBS selaku perwakilan dari Pusat Pelayanan Khitan Rumah Sunatan dalam edukasi kesehatan yang berlangsung di Jakarta, Selasa (13/12/2016).
Dr Mahdian paling merekomendasikan metode modern, yaitu klem yang lebih sedikit risiko dan hanya membutuhkan waktu singkat. Pada metode operasi ini, waktu yang dibutuhkan hanya lima menit dan pasien bisa kembali beraktivitas dalam waktu satu hari.
Organisasi Kesehatan Dunia juga telah merekomendasi metode ini karena memperkecil risiko terjadinya infeksi silang (infeksi karena pemakaian alat yang sama pada satu pasien ke pasien lain) karena sifatnya yang disposable yang hanya sekali pakai.
"Teknik ini aman untuk segala usia, apalagi untuk bayi yang suka mengompol. Tak ada larangan untuk tak boleh kena air setelah itu," tambahnya.
Terakhir, ada metode electric cauter atau lebih dikenal dengan istilah sunat laser.
Dijelaskan Dr Mahdian, meski dikenal dengan nama sunat laser, tidak ada laser dalam proses penyunatan tersebut.
Sunat ini menggunakan metode yang dimodifikasi menggunakan alat yang dipanaskan untuk memotong kulit kulup pada penis seraya menghentikan pembuluh darah, sehinggarisiko pendarahan bisa diminimalisir.
"Lempengan logam tersebut dipanaskan, seperti pemanas air. Saat menyentuh kulit, bisa memotong dan menghentikan pendarahan," jelasnya.
Lihat Video: Waspadai Stroke di Usia Muda
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
