Kita semua tahu bahwa menggoreng dengan proses deep fat frying dapat meningkatkan peradangan. Termasuk keripik. (Foto: Emiliano Vittoriosi/Unsplash)
Kita semua tahu bahwa menggoreng dengan proses deep fat frying dapat meningkatkan peradangan. Termasuk keripik. (Foto: Emiliano Vittoriosi/Unsplash)

Apakah Keripik Berbahan Sayuran Pilihan Terbaik?

Rona tips kesehatan
Raka Lestari • 26 Mei 2019 06:15
Kandungan vitamin dalam keripik sayuran dianggap bisa menggantikan keripik biasa. Tapi nyatanya, beberapa ahli nutrisi mengatakan bahwa hal itu tidak benar adanya.
 

Jakarta: Keripik berbahan dasar sayuran saat ini cukup banyak diminati. Sebab dianggap sebagai pilihan camilan yang lebih sehat dibandingkan dengan keripik berbahan dasar kentang.
 
"Keripik yang berbahan dasar sayuran sangat populer akhir-akhir ini, namun sebenarnya keripik berbahan dasar sayuran tersebut tidaklah lebih baik dibandingkan dengan keripik kentang biasa," kata Liz Weinandy, staf ahli diet di Ohio State University Medical Center.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meskipun mereka memiliki kandungan zat tambahan, tetap saja keripik sayuran dilakukan penggorengan dan keripik tersebut tidak berkontribusi dalam memenuhi asupan sayuran harian untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan," tambahnya.
 
Beberapa jenis keripik atau camilan berbahan dasar sayuran sebenarnya berasal dari kentang yang dihaluskan. Bahkan menurut Caroline Meehan, ahli diet dan nutrisi di University of Maryland Medical Center, terkadang keripik sayuran tersebut mengandung tepung kentang sebagai bahan utamanya.
 
Para ahli menyebut manfaat dari keripik atau camilan berbahan dasar sayuran dengan "health halo effect" karena sekilas memang terlihat sebagai pilihan yang lebih sehat dan bernutrisi.  Itu dilihat dari cara pengemasan dan pemasarannya yang dinilai lebih sehat dibandingkan keripik biasa. Padahal menurut Weinandy, manfaat tersebut hanyalah ilusi semata.
 
Cara pengemasan camilan tersebut biasanya menggunakan sayuran utuh dan dipromosikan sebagai camilan yang tidak menggunakan zat pengawet dan perasa buatan. Di mana zat pengawet dan perasa buatan memang digunakan pada berbagai camilan tradisional yang dianggap sebagai pilihan tidak sehat.
 
"Hal itu membuat konsumen menganggap bahwa keripik dan camilan dari sayuran lebih sehat. Padahal sebenarnya tidak," tambah Weinandy.
 
"Kita semua tahu bahwa menggoreng dengan proses deep fat frying dapat meningkatkan peradangan. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa konsumsi akrilamida (senyawa organik yang terbentuk ketika kentang dan beberapa makanan bertepung lainnya digoreng) dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan kematian.
 
Beberapa jenis keripik dan camilan berbahan dasar sayuran terkadang masih digoreng. Namun jika keripik atau camilan berbahan dasar sayuran benar-benar dibuat dari sayuran utuh tanpa tambahan bahan lainnya, bisa dijadikan pilihan yang lebih baik dibandingkan keripik biasa.
 
Hobi Kuliner? Gak Perlu Takut Kolesterol

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif