Halle Berry mengaku diet ketogenik mampu mengatur berat badan dan diabetes tipe 2 yang dideritanya. (Foto: Dok. Instagram Halle Berry/@halleberry)
Halle Berry mengaku diet ketogenik mampu mengatur berat badan dan diabetes tipe 2 yang dideritanya. (Foto: Dok. Instagram Halle Berry/@halleberry)

Menakar Keamanan Puasa Berkala dan Diet Keto

Rona halle berry gaya diet ketogenik
Anda Nurlaila • 30 Oktober 2019 12:08
Jakarta: Di usia 51 tahun, aktris Halle Berry terlihat lebih muda dan bugar. Berry mengaku diet ketogenik mampu mengatur berat badan dan diabetes tipe 2 yang dideritanya.   
 
Tetapi pada unggaham terbaru #FitnessFriday di Instagram Stories-nya, Berry mengungkap selain diet tinggi lemak, protein dan rendah karbohidrat, dia juga mempraktikkan puasa intermiten.
 
"Saya biasanya makan dua kali sehari," kata Berry seperti dilansir dari Health. "Saya melewatkan sarapan dan saya minum jus sayuran hijau atau minum kopi," tambahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Puasa intermiten adalah salah satu strategi penurunan berat badan dan pola makan sehat yang tanpa aturan ketat. Beberapa orang menunda makan hanya selama beberapa jam setiap hari. Sementara yang lain membatasi makanan selama 24 jam penuh beberapa kali setiap minggu.
 
Berpuasa berkala memiliki beberapa manfaat yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker yang lebih rendah, dan ini dapat membantu memperlambat penuaan.
 
Ini juga terbukti meningkatkan kadar kolesterol sehat dan menstabilkan gula darah, serta membantu menurunkan berat badan.
 
Mempertimbangkan manfaat-manfaatnya, tidak heran Berry menjadi penggemarnya. Tapi apakah aman menjalankan puasa intermiten dan diet keto pada saat yang sama?
 
View this post on Instagram

#FitnessFriday Today let’s talk about food. I think the most important part of being healthy and in great shape largely depends on what and when you eat. Being diabetic most of my life, I have always had to take food very seriously. So for years, I have been following the keto or ketogenic diet. I hate the word “diet” so while you’ll see the word diet, just know I encourage you to think of it as a lifestyle change NOT A DIET! Keto is a very low-carb food plan which actually forces your body to burn fat like crazy. I also believe it’s been largely responsible for slowing down my aging process. The keto lifestyle offers so many benefits such as weight loss, (moms that’s how we get rid of our baby bellies), appetite control, more energy and better mental performance. If you’re like me, you can possibly reverse type 2 diabetes, you’ll experience better physical endurance, better skin and also less acne if that’s an issue. And it even helps control migraines! I’m sharing two links (check Stories!) that will explain the lifestyle in detail and it also offers a plan to help you get started! So today I encourage you to say yes to keto, give it a try... what do you have to lose?! ???????? #FitnessFridayHB

A post shared by Halle Berry (@halleberry) on


(Berry menjelaskan tentang pola makan serta diabetes yang ia derita. Foto: Dok. Instagram Halle Berry/@halleberry)

Tidak digabungkan

"Secara teknis tidak ada alasan puasa intermiten dan keto tidak dapat digabungkan," kata editor nutrisi Cynthia Sass. "Karena diet keto cenderung mengurangi rasa lapar, banyak orang merasa lebih mudah untuk berpegang pada puasa intermiten ketika mengikuti rencana keto." Namun, tidak banyak penelitian mengenai efektivitas menggabungkan dua pendekatan tersebut, tambah Sass.
 
Jika memilih puasa intermiten, hasilnya hanya akan terlihat jika asupan makanan Anda sehat. "Makan diet tinggi lemak pada jadwal terbatas dapat menyebabkan kekurangan nutrisi yang dapat berdampak negatif bagi kesehatan," kata Sass, "bahkan jika Anda menurunkan berat badan secara bersamaan."
 
Sass juga menekankan bahwa puasa intermiten dan diet keto, terpisah atau bersama, bukan untuk semua orang. "Puasa intermiten dan keto adalah komitmen besar yang berdampak pada kehidupan sosial Anda. Dan bagi banyak orang tidak berkelanjutan dalam jangka panjang."
 
Kedua rencana makan ini melibatkan perubahan gaya hidup signifikan. "Jika metode menurunkan berat badan tidak membuat Anda merasa baik secara fisik dan emosional itu tidak tepat untuk Anda, tidak peduli seberapa populernya itu," kata Sass. Dia mengingatkan tubuh setiap orang berbeda dan mungkin memiliki kebutuhan yang tidak sama dengan orang lain.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif