Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek--Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek--Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.

Pemanfaatan Program Jaminan Kesehatan Nasional Meningkat

Rona menteri kesehatan
Sunnaholomi Halakrispen • 16 Oktober 2019 14:10
Jakarta: Pemanfaatan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapa 277,9 juta jiwa. Jumlah tersebut terhitung sejak awal tahun 2019 hingga Agustus 2019.
 
Perbandingannya, pada tahun 2014 total pemanfaatan JKN berjumlah 92,3 juta jiwa. Di tahun 2015 menjadi 146,7 juta jiwa, tahun 2016 meningkat menjadi 192,9 juta jiwa.
 
Kemudian, tahun 2017 meningkat lagi angkanya menjadi 219,6 juta jiwa. Tahun 2018 juga semakin meningkat angkanya, yakni 233,75 juta jiwa dan tahun ini hingga Agustus mencapai 277,9 juta jiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, angka 277,9 juta jiwa bukan menunjukkan jumlah penduduk Indonesia yang menggunakan JKN. Akan tetapi, merupakan jumlah mengakses fasilitas kesehatan oleh peserta JKN.
 
Pemanfaatan program JKN itu dilihat dari berapa kali seorang peserta JKN mengakses fasilitas layanan kesehatan. Misalnya, satu peserta menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan sebanyak tiga kali, maka dihitung tiga jiwa.
 
Pemanfaatan JKN yang tersebut, di antaranya kunjungan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, yakni Puskesmas, dokter praktik perorangan. Termasuk juga kunjungan ke poliklinik rawat jalan di rumah sakit dan kunjungan rawat inap di rumah sakit.
 
Selain pemanfaatan JKN, peningkatan juga terjadi pada cakupan kepesertaan JKN. Hal itu disampaikan Menkes Nila pada Rapat Koordinasi Pelaksanaan Operasional Program (Rakorpop), Senin 14 Oktober 2019.
 
Pada tahun 2017, kepesertaan JKN mencapai 187,9 juta jiwa. Sedangkan di tahun 2018, cakupan kepesertaan JKN mencapai 207 juta jiwa.
 
Total cakupan kepesertaan JKN per 30 September 2019 sebanyak 221,2 juta jiwa. Angka tersebut kurang lebih 84 persen dari jumlah penduduk.
 
“Peningkatan cakupan kepesertaan JKN terus kita upayakan untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC), masyarakat sudah terjamin semua secara pembiayaan kesehatan,” tutur Menkes Nila Moeloek dalam rilis yang diterima Medcom.id.
 
Sementara itu, untuk mencapai UHC tidak sebatas peningkatan cakupan kepesertaan JKN saja yang diusahakan. Namun, juga terkait kemudahan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
 
Begitu pula untuk kelengkapan alat kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan. Keberadaan tenaga medis di semua daerah di Indonesia pun harus merata. Termasuk untuk daerah terpencil, perbatasan, maupun kepulauan.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif