Bagaimana Anda mengenali senyum yang tulus? Berikut informasinya. (Foto: Pexels.com)
Bagaimana Anda mengenali senyum yang tulus? Berikut informasinya. (Foto: Pexels.com)

Arti Senyuman dalam Cinta

Rona romansa psikologi
Sunnaholomi Halakrispen • 16 Mei 2019 19:15
Senyuman dapat jadi beragam arti. Mengenali senyum yang tulus kuncinya bisa memerhatikan pancaran setelah senyuman itu. Seseorang yang sejati, ketika merasakan emosi yang kuat, tidak akan dapat mengubah tampilan perasaan mereka secara tiba-tiba.
 

Jakarta:
Salah satu masalah terbesar orang yang jatuh cinta adalah Anda tidak bisa meyakini apakah senyuman yang diberikan itu palsu atau senyum yang tulus. Satu senyuman disampaikan untuk kepentingan si pemberi yang pada dasarnya mementingkan diri sendiri.
 
Yang kedua, dikirimkan untuk kita, sang penerima senyuman. Ini bermakna terbuka dan memberi dengan ketulusan hati.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, tanpa mekanisme untuk mengevaluasi ekspresi wajah orang lain secara naluriah, kita dapat menggunakan kriteria evaluasi yang salah. Anda bisa melihat, penjual sering keras dan ekspresif dalam ekspresinya.
 
Ketika Anda menganggap penjual secara positif, Anda pada dasarnya menerima tawarannya. Dalam perdagangan, pesannya mungkin, "Lihat saya, saya tersenyum dan membuat Anda merasa baik, sehingga Anda akan membeli dagangan saya dan saya akan mendapat komisi besar."
 
Dalam kisah cinta, pesannya mungkin menjadi, "Lihat aku, aku tersenyum dan membuatmu merasa baik sehingga kamu akan jatuh cinta padaku. Kamu akan membelikanku barang-barang dan memberiku kehidupan yang aku tahu pantas aku dapatkan."
 
Sebaliknya, pesan sejati yang disampaikan dalam ranah cinta seperti ini, "Lihat aku, aku tersenyum karena aku mencintaimu dan aku ingin membuatmu bahagia. Ketika kamu terlihat bahagia, aku pun merasa bahagia."
 
Pesan itu menyiratkan pertukaran yang sangat positif dan pada dasarnya setara untuk kedua pihak. Ditata seperti itu, tidak ada orang yang rasional akan memilih untuk berada di hadapan seorang penjual tersenyum ketika dia bisa memilih senyum yang sebenarnya.
 
Sayangnya, ketika orang tersenyum pada kita dalam kehidupan nyata, ekspresi mereka tidak disertai dengan buku panduan penafsiran yang jujur. Kita harus menilai dengan alat yang ada, di kepala kita.
 
Arti Senyuman dalam Cinta
(Senyuman dapat jadi beragam arti. Mengenali senyum yang tulus kuncinya bisa memerhatikan pancaran setelah senyuman itu. Foto: Pexels.com)

Kenali senyuman yang tulus

Bagaimana Anda mengenali senyum yang tulus? Kuncinya seperti dilansir dari dilansir dari Psychologytoday, Anda bisa memerhatikan pancaran setelah senyuman itu.
 
Seseorang yang sejati, ketika merasakan emosi yang kuat, tidak akan dapat mengubah tampilan perasaan mereka secara tiba-tiba. Seorang bijak berkata, senyuman tulus bisa terjadi lebih dari dua detik. Sedangnya yang kurang dari itu, Anda bisa menafsirkan sebaliknya.
 
Petunjuk lain berasal dari perilaku si pemberi senyuman. Orang sejati akan menunjukkan sikap positif yang konsisten terhadap Anda, apa pun yang Anda lakukan. Seorang penjual, sebaliknya, hanya akan menyukai Anda selama Anda melakukan apa yang diinginkannya.
 
Tanyakan pada diri Anda, apakah dia baik kepada saya sepanjang waktu atau hanya dengan persyaratan tertentu. Jika Anda mencurigai yang terakhir, maka berhati-hatilah.
 
Selanjutnya, pertanyakan apakah mereka mementingkan diri sendiri atau altruistis. Seorang ibu bahagia ketika melihat anaknya tersenyum. Berbeda dengan penjual yang bahagia ketika Anda membeli dagangannya.
 
Permintaan dalam cinta bisa rumit, tetapi dengan pengamatan yang cermat, sebuah pola sering kali bisa dilihat. Ingat, selalu ada keseimbangan. Beberapa senyuman akan selalu mementingkan diri sendiri, bahkan pada orang-orang terbaik.
 
Apa yang ingin kita lakukan adalah menyingkirkan orang-orang yang sepenuhnya atau sebagian besar melayani diri sendiri dari kehidupan kita, sambil menjaga mereka yang benar-benar dekat untuk kita.
 
Pemikiran lain, cinta sejati dan senyum yang menyertainya, tidak manipulatif atau mengendalikan atau tidak bersyarat. Cinta sejati tidak muncul dalam semalam atau setelah dua kencan atau bahkan setelah sebulan.
 
Cinta sejati berkembang seiring waktu. Orang yang sebenarnya mungkin tidak banyak tersenyum pada awalnya tetapi lebih banyak tersenyum saat perasaan berkembang. Seorang penjual lebih banyak tersenyum pada awalnya, dan lebih lambat ketika perasaan Anda berkembang karena tujuannya telah tercapai dan senyum itu tidak lagi diperlukan.
 
Jika seseorang tersenyum pada Anda dan Anda mengernyit di dalam atau bertanya-tanya, apa yang akan terjadi selanjutnya, berhati-hatilah.
 
Harapannya, Anda menghindari rasa sakit yang dialami karena senyuman palsu dari si dia. Sayangnya, hidup tidak berjalan seindah itu. Sebagai seorang realis, yang bisa harapkan adalah bahwa Anda akan merasakan sakit yang sama namun memiliki wawasan yang mungkin membuat Anda tidak terluka di waktu berikutnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif