Memanjakan anak memang akan membuatnya merasa bahagia untuk sementara. (Ilustrasi/Pexels)
Memanjakan anak memang akan membuatnya merasa bahagia untuk sementara. (Ilustrasi/Pexels)

Memanjakan Anak Bukan Satu-satunya Cara Tunjukan Sayang

Rona anak-anak
Kumara Anggita • 20 Maret 2020 16:04
Jakarta: Memanjakan anak memang akan membuatnya merasa bahagia untuk sementara. Sayangnya, banyak orang tua tidak memahami, konsekuensi apa yang akan diterima di kemudian hari.
 
Ketika salah satu dari orang tua terlalu memanjakan anak, ada kah cara untuk menghentikannya?
 
Berikut penjelasannya oleh Psikolog anak Ayoe P. Sutomo, M.Psi, Psikolog, CGA  dari Tiga Generasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, hal yang paling penting untuk diingat adalah memanjakan anak bukanlah satu-satunya cara untuk menunjukan rasa sayang orang tua. Anda harus mengevalusi bahwa apa yang Anda lakukan pada anak adalah tindakan yang baik atau buruk.
 
“Jangan dikonotasikan memberikan apa yang anak mau itu menjadi patokan anak saya bahagia. Bukan itu. Setiap orang tua saya yakin pasti ingin memberikan terbaik tapi harus diberikan evaluasi. Ketika memberikan sesuatu terus-menerus, memberikan filter dan bekal maka harus siap menghadapi hari-hari nnati saat ibu dan ayahnya sudah tidak ada. Apakah itu menjadi hal yang tepat dilakukan,” ujarnya saat acara LACTOGROW Dukung Orang Tua untuk Prioritaskan Kebahagiaan Anak di Hari Kebahagiaan Internasional di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020.
 
Mindset yang harus dipunya para orang tua adalah “Apakah yang saya berikan ini akan menunjang dia menjadi orang yang lebih baik, siap mandiri ketika kita tak mendampingi kita,” ungkapnya.
 
Menurutnya, ketika hal ini terjadi pada suami  (atau istri) Anda. Hal yang pallng tepat untuk dilakukan adalah mengomunikasikannya. Biasakan untuk mengambil keputusan bersama.
 
“Ketika mau membelikan sesuatu dengan anak, kalau suaminya tipe yang tak bisa menahan.  Boleh kok jeda. Kalian ngobrol dulu. Hasilnya, ‘baru kemarin beli mainan, yang ini kita pending dulu ya’ Berikan alasannya kenapa harus di-pending,” sarannya.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif