Ilustrasi--Sebuah riset terbaru mengungkapkan bahwa para ibu memikul beban pekerjaan yang tak mendapat upah--Pexels
Ilustrasi--Sebuah riset terbaru mengungkapkan bahwa para ibu memikul beban pekerjaan yang tak mendapat upah--Pexels

Survei: Ibu Lakoni Profesi Tanpa Mendapat Upah

Rona ibu dan anak
Anda Nurlaila • 04 Juli 2019 14:31
Peran ibu dalam keluarga sangatlah penting. Selain mendidik anak-anak, ibu juga mengerjakan pekerjaan domestik seperti masak dan mencuci. Pekerjaan-pekerjaan terbut dikerjakan tanpa bayaran.
 

Jakarta: Sebuah riset terbaru mengungkapkan bahwa para ibu memikul beban pekerjaan yang tak mendapat upah atau dikenal dengan invinsible labor. Selain mengerjakan pekerjaan domestik seperti masak dan mencuci, wanita juga bertanggung jawab mengatur rumah tangga, merawat anak hingga mengurus keuangan keluarga.
 
Riset yang sama melaporkan ibu dengan tanggung jawab ini merasa kurang puas dengan kehidupan mereka dan pasangan. "Sangat melelahkan menjadi kapten kapal," kata penulis senior studi, Suniya Luthar, seorang profesor psikologi di Arizona State University.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Luthar mengatakan 9 dari 10 wanita dalam penelitian ini mengaku bertanggung jawab mengatur jadwal rumah tangga. Dua pertiga wanita merasa hanya mereka sendiri yang bertanggung jawab atas kesejahteraan emosional anak-anak mereka.
 
Para penulis penelitian mencatat bahwa norma gender bergeser. Para pria kini lebih banyak berkontribusi dalam perawatan anak daripada di masa lalu.  Kendati demikian, wanita masih bertanggung jawab atas sebagian besar tugas rumah. Bahkan bagi wanita yang bekerja penuh waktu.
 
Hampir 400 wanita Amerika terlibat dalam survei. Semuanya  memiliki anak di bawah usia 18 tahun, menikah atau dalam kemitraan berkomitmen. Sebanyak 65 persen pekerja penuh waktu, dan hampir dua pertiga keluarga berpenghasilan antara USD50 ribu-USD200 ribu. Sebanyak 70 persen memiliki gelar sarjana atau bahkan pendidikan tinggi dan 83 persen berkulit putih.
 
Peserta menjawab pertanyaan tentang tiga rangkaian tugas: Siapa yang bertanggung jawab atas jadwal keluarga, membina kesejahteraan anak-anak dan membuat keputusan keuangan besar.
 
Hampir 90 persen wanita mengatakan bahwa merekalah yang mengatur jadwal keluarga. Tiga perempat wanita medelegasikan tugas kepada anggota keluarga untuk menjaga rumah mereka berjalan dengan lancar. Dua pertiga wanita bertanggung jawab terhadap emosi anak-anak. Dan 80 persen wanita mengenal guru dan administrator sekolah anak-anak.
 
Menurut riset ini, wanita yang bertanggung jawab atas kesehatan emosi anak-anak menunjukkan hubungan yang kuat dengan ketidakpuasan mereka. Selain itu juga berhubungan dengan ketidakpuasan terhadap kehidupan secara umum dan pernikahan.
Survei: Ibu Lakoni Profesi Tanpa Mendapat Upah
Ilustrasi--Pexels.
 
Wanita melaporkan kedua orang tua bertanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai dan membentuk karakter anak. Tetapi ayah dan ibu cenderung melupakan sesuatu yang mereka inginkan untuk kebaikan rumah tangga. Keputusan dan manajemen keuangan cenderung dilakukan oleh kedua mitra. Perempuan hanya mengambil keputusan keuangan 10-18 persen.
 
Luthar mengatakan beberapa temuan dalam keuangan mengejutkan. "Kami pikir bertanggung jawab atas keuangan akan menjadi hal yang baik tetapi ternyata menimbulkan tekanan. Dengan semua pekerjaan domestik dan pengaturan rumah tangga, mengelola keuangan menjadi terlalu berlebihan, " jelasnya seperti dikutip dari Healthday.
 
Semua tanggung jawab yang diemban wanita ini, menurut Luthar, kemungkinan karena naluri keibuan. Sehingga wanita lebih responsif, misalnya saat anak menangis.
 
Lauren Sardi, seorang profesor sosiologi di Universitas Quinnipiac di Hamden, Conn, menunjukkan bahwa norma-norma sosial lebih berperan. "Secara budaya, kita adalah masyarakat yang sangat tradisional. Bahkan ketika sang ayah ingin terlibat, akan sangat sulit," katanya yang bukan bagian dari penelitian.
 
Saat wanita merasa kewalahan, pasangan seharusnya menanggapi keluhannya dengan serius. Sardi menambahkan, sebaiknya bicarakan pembagian pekerjaan antarpasangan. Hal ini penting agar wanita dapat memiliki waktu untuk diri sendiri atau 'me time'. "Bukan hanya anak yang butuh perhatian. Para ibu perlu diisi ulang dari kelelahan. Ibu membutuhkan seseorang untuk menjaga dan merawat mereka," kata Luthar.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif