Kolaborasi Lenny Agustin dengan Kepulauan Sula di Jakarta Fashion Week 2019

Raka Lestari 25 Oktober 2018 18:54 WIB
jakarta fashion week
Kolaborasi Lenny Agustin dengan Kepulauan Sula di Jakarta Fashion Week 2019
Lenny Agustin bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara untuk memperkenalkan batik asal Kepulauan Sula. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)
Jakarta: Lenny Agustin bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara untuk memperkenalkan batik asal Kepulauan Sula.

Dinamai dengan Batik Xoela, Lenny Agustin melatih 23 perajin batik di Sula untuk membuat batik sendiri khas Sula karena memang selama ini Sula belum memiliki kain batik khas asli Sula.

“Saya menampilkam hasil karya para perajin batik di Sula. Saya di sana selama tujuh bulan, melatih masyarakat di sana mulai yang dari remaja sampai bapak-bapak,” ujar Lenny pada acara Press Conference Agustin X Kabupaten Kepulauan Sula dalam acara Jakarta Fashion Week 2019 yang diadakan di Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Agustus 2018.



(Lenny Agustin bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara untuk memperkenalkan batik asal Kepulauan Sula. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Pada fashion show kali ini Lenny mengambil tema Wansosa. Wansosa dalam bahasa Sula artinya lebah. Lebah sendiri merupakan salah satu ikon kebanggan Sula yang terkenal dengan madu asli dari lebah liar di hutan. Hal ini juga menjadi alasan mengapa lebah dijadikan salah satu signature dominan dalam motif-malotif Batik Xoela.

(Baca juga: Lebih dari 200 Desainer Pamerkan Karya di Jakarta Fashion Week 2019)

Lenny sendiri tertarik dengan filosofi lebah, yakni selalu bekerja keras bersama-sama untuk menghasilkan sesuatu yang manis. Sama seperti kerjasama yang dilakukan Lenny dengan Pemda Sula.

Wujud lebah, sarangnya, serta lingkungannya berkembang biak dan menghasilkan madu tersebut ia terjemahkan ke dalam blus-blus berpotongan unik, rok-rok bervolume dan asimetris, jaket-jaket longgar, dan terusan yang dipadupadankan satu dengan lainnya.


(Keindahan Batik Xoela. Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Warna yang dipilih dominan hitam, dilengkapi warna-warna gelap lainnya seperti biru dongker, coklat, dan marun. Namun warna cerah seperti oranye, biru, hijau, pink dan ungu pun tetap dihadirkannya mewakili alam dan lingkungan hidup dari lebah itu sendiri.
 
“Saya buat motif batik basic-nya ada 20 tetapi bisa dikembangkam lagi oleh masyarakat Sula nanti. Dan saya berharap di setiap batik mereka nanti tetap ada kimbang dan lebahnya. Sula itu posisinya di tengah-tengah antara Sulawesi dan Papua sehingga kebudayaannya pun mix culture.'

"Jadi kita pingin satu budaya yang menjadi ciri khas Sula,” ujar Lenny. Menurut Lenny, salah satu tantangan dalam mengajar masyarakat Sula adalah karena masyarakat Sula pada awalnya bukanlah perajin sehingga dalam mengajarkannya harus secara perlahan-lahan.





(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id