Berikut ini cara menangani jika Anda ketahuan sedang behubungan intim oleh si kecil. (Foto: Ilustrasi. Dok. Andrik Langfield/Unsplash.com)
Berikut ini cara menangani jika Anda ketahuan sedang behubungan intim oleh si kecil. (Foto: Ilustrasi. Dok. Andrik Langfield/Unsplash.com)

'Terciduk' Anak Saat Berhubungan Intim, Ini Solusinya

Rona keluarga psikologi
28 Desember 2018 14:41
Jakarta: Bagi pasangan yang sudah memiliki anak memang melakukan hubungan suami-istri sedikit lebih tricky. Terlebih jika keduanya sama-sama bekerja.

Dan jika Anda belum pernah "terciduk" saat berduaan dengan pasangan, mungkin timing Anda tepat. Lalu, bagaimana pasangan suami istri yang sempat terciduk sedang berhubungan intim oleh si kecil? Apa yang harus Anda berdua lakukan?

Melansir dari ParentMap, berikut ini cara menangani jika Anda ketahuan sedang behubungan intim oleh si kecil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



1. Kunci kamar
Orang tua bisa menghindari insiden ini dengan menggunakan kunci pada kamar tidur si kecil. Ketika si kecil sudah bisa keluar dari kamar sendiri di malam hari. Kunci pintu di kamar Anda menjadi batasan keamanan untuknya dan memberi Anda keamanan sekaligus kenyamanan selama berhubungan intim. (Baca juga: Orang Tua Jangan Menganggap Tabu Pendidikan Seks kepada Anak)

2. Kurangi penjelasan rinci
Bagaimana bila si kecil sudah terlanjur masuk ke kamar tidur yang tidak dikunci saat Anda berhubungan intim? Mulailah dengan mengambil napas sejenak untuk menjernihkan pikiran. Pada situasi yang memalukan, insting pertama kemungkinan bukan respons yang terbaik.
 
Kemudian, jangan berasumsi anak Anda melihat semuanya. Anak usia prasekolah mungkin tidak menyadari apa yang terjadi, jadi memberi penjelasan yang terlalu detail dan panjang hanya akan membuat mereka bingung.

Kebanyakan anak usia 3 sampai 4 tahun tidak mengerti meski mereka melihat sesuatu. Untungnya dengan begitu orang tua bisa melontarkan jawaban sederhana, misalnya “Ibu dan Ayah berpelukan karena kita saling mencintai,” sebagai respons pada si kecil.


(Gunakan bahasa sederhana dan jawab pertanyaan yang diajukan tanpa memberi informasi tambahan atau menjawab yang tidak ditanyakan ketika Anda terlihat sedang melakukan hubungan intim dengan suami atau istri. Foto: Sai de Silva/Unsplash.com)

3. Bicara tentang seks pada anak
Untuk anak yang usianya lebih dari  5 tahun, berikan penjelasan sesuai umurnya. Anak di usia ini mungkin sudah tahu dan berpikir tentang seks lebih dari yang disadari orang tua. Jadi orang tua perlu membahas topik ini secara jujur.

Seperti pada dialog orang tua dan anak tentang seks, tujuan orang tua adalah menjawab dengan jujur tanpa berlebihan. Lakukan ini dalam percakapan yang pendek dan menenangkan setelah insiden anak masuk ke kamar Anda, idealnya keesokan harinya.

Situasi ini akan lebih mudah diatasi bila anak sudah mendapat pendidikan seputar seks, yang seharusnya terjadi pada awal usia sekolah dasar. Bila anak berusia lebih dari 8 tahun dan Anda tak pernah bicara tentang seks dengannya, berarti Anda menunggu terlalu lama.

4. Pagi hari setelah insiden
Di pagi hari setelah insiden, luangkan waktu dengan anak tanpa saudara kandungnya, teman, dan gangguan lain.  Memulai dengan permintaan maaf kepadanya jika si kecil tidak melakukan kesalahan dengan masuk ke kamar Anda.

Karena si kecil mungkin ketakutan dengan apa yang dilihat, akan lebih baik jika menggambarkan seks sebagai bagian yang normal dari pernikahan.

Gunakan bahasa sederhana dan jawab pertanyaan yang diajukan tanpa memberi informasi tambahan atau menjawab yang tidak ditanyakan.

Bicaralah pada si kecil dengan bahasa yang nyaman dan membuat Anda nyaman. Anda jangan merasakan gugup karena bisa membuat anak merasa topik ini buruk dan tidak boleh dibicarakan.


Maria Fransiska




(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi