Baiknya, level kecemasan berada di tahap yang optimal. Artinya, tetap ada rasa tanggung jawab dalam mempersiapkan ujian. (Foto Ilustrasi: Antara/Fenny Selly)
Baiknya, level kecemasan berada di tahap yang optimal. Artinya, tetap ada rasa tanggung jawab dalam mempersiapkan ujian. (Foto Ilustrasi: Antara/Fenny Selly)

Cemas saat UN Ternyata Ada Hikmahnya

Rona ujian nasional psikologi remaja
Kumara Anggita • 28 Maret 2019 12:25
Kecemasan ternyata memiliki tingkatan. Baiknya, Anda memiliki level kecemasan yang optimal, sehingga bisa mengontrolnya.
 
Jakarta:
Walaupun kecemasan adalah hal yang tidak terlalu menyenangkan, tetapi kondisi itu diperlukan dalam menjaga stabilitas kehidupan selama pada taraf yang tidak berlebihan. Untuk kalian yang mau menghadapi Ujian Nasional, pelajari cara mengontrol kecemasan tersebut agar tidak merugikan melainkan memberikan keuntungan bagi Anda sendiri.
 
Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Ilham Anggi Putra, M.Psi., Psikolog, kecemasan adalah situasi di mana seseorang merasakan ketidaknyamanan akibat dari stimulus atau ancaman yang tidak jelas. Dalam situasi tersebut, Ilham mengatakan secara fisik seseorang yang merasakan kecemasan akan berkeringat, panik, deg-degan, dan lain-lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Stimulusnya tidak jelas, ini berbeda sama takut. Contohnya, di hadapan kita ada anjing yang sudah mengeluarkan taringnya. stimulus dan ancamannya ini jelas. Sementara kecemasan, misalkan mau presentasi, kita gak tahu apakah nanti ada yang bakal menertawakan, salah dalam menyampaikan pendapat. Kita merasa akan ada hal-hal yang tidak menyenangkan atau di luar dari prediksi kita,” tuturnya kepada Medcom.id.
 
Ilham mengatakan kecemasan sendiri adalah hal yang wajar saja terjadi, namun yang perlu dikhawatirkan jika kecemasan tersebut telah mampu mendominasi perilaku manusia.
 
Oleh karena itu, dia menjelaskan bahwa kecemasan ada tiga tingkatan. Yaitu kecemasan rendah, sedang, dan tinggi. Kecemasan tinggi-lah yang membuat pekerjaan kita menjadi tidak optimal.
 
“Kecemasan itu terbagi rendah, sedang, dan tinggi. Kalau tinggi efeknya akan membuat kita takut, sulit konsentrasi, saat ujian juga tidak bisa mengerjakan. Bahkan sampai saat sebelum  ujian juga sampai tidak tahu mau belajar apa,” tutur Ilham.

Baca juga: Tips Rawat Kulit ala Carrisa Perusset

Walaupun kecemasan dengan level tinggi merugikan, bukan berarti seseorang yang tidak memiliki kecemasan sama sekali mengalami situasi yang paling ideal. Kecemasan rendah juga akan membawa kerugian bagi individu-individu.
 
“Sebaliknya kalau kecemasan yang rendah banget atau bahkan tidak cemas sama sekali, orang jadi tidak waspada sama ujian ini. Orang bawaannya santai. Kita malah belajar seadanya, tidak ada persiapan, saking tidak cemasnya, sehingga membuat kita tidak dapat memberikan performa yang maksimal," jelas Ilham.
 
Baiknya, level kecemasan berada di tahap yang optimal. Artinya, tetap ada rasa tanggung jawab dalam mempersiapkan ujian. Namun kecemasan tersebut tidak mendominasi pikiran, perasaan serta perilaku Anda, sehingga tetap bisa belajar dan menyerap informasi yang dibutuhkan.
 
“Kecemasan itu bukan harus dihilangkan, melainkan dikelola secara optimal. Jangan terlalu rendah, jangan terlalu tinggi karena nanti kecemasan tersebut yang kontrol kita.
Banyak sekali penelitian bahwa kecemasan ini sangat berpengaruh pada performa. Kelolalah tingkat kecemasan Anda ke arah yang optimal,” tuturnya.
 
Intinya, tidak perlu khawatir bila saat menghadapi Ujian Nasional atau ujian-ujian lainnya, Anda merasa cemas. Selama Anda bisa mengontrolnya dan mengarahkannya ke arah yang optimal, hal tersebut justru dapat membantu anda dalam memberikan performa yang baik.
 
(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif