Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

Efek Buruk Pegang Ponsel saat Bermain Bersama Anak

Rona ibu dan anak
Anda Nurlaila • 25 Juli 2019 11:36
Sebuah studi yang diterbitkan Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics menyebut ketika orang tua menggunakan ponsel pintar di sekitar anak dapat meningkatkan konflik dan ketegangan di rumah. 
 

Jakarta:
Saat bermain bersama anak atau menemaninya menyelesaikan pekerjaan rumah, berapa kali Anda memeriksa ponsel. Saat seharusnya perhatian tercurah sepenuhnya pada anak, banyak orang tua yang justru teralihkan oleh pesan di medsos atau membaca email  pekerjaan yang masuk.
 
Memang, kehadiran ponsel pintar memberi kemudahan bagi semua orang untuk melakukan beberapa hal sekaligus. Sembari mengawasi si kecil bermain boneka, Anda dapat memeriksa atau bahkan mengerjakan beberapa pekerjaan. Tapi multitasking juga memiliki efek negatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti diberitakan Parents, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics, ketika orang tua menggunakan ponsel pintar di sekitar anak, hal ini dapat meningkatkan konflik dan ketegangan di rumah.
 
Alasannya, semakin sering kita mengaburkan batas antara pekerjaan, kehidupan sosial, dan kehidupan rumah. Kita akan merasa berada di beberapa tempat sekaligus saat mencoba menjadi orang tua.
 
Selama penelitian, para periset mewawancarai 35 pengasuh tentang penggunaan ponsel pintar dan multitasking. Mereka menemukan bahwa banyak dari orang tua mengeluh hal itu memengaruhi rutinitas keluarga.
 
Pengasuh juga mengaku merespons negatif anak-anak mereka setelah membaca berita buruk atau email terkait pekerjaan. Dan mereka mengakui ketika anak-anak mereka mencoba mencuri perhatian mereka dari telepon, mereka sering membentak anak.
 
Sementara itu, para pengasuh yang sama mengatakan ponsel pintas sebagai "pelarian" dari kebosanan dan stres menjadi orangtua, serta cara mudah menyelesaikan pekerjaan dari rumah.
 
"Orang tua berjuang menyeimbangkan antara memiliki waktu keluarga dan keinginan hadir di rumah dengan harapan berbasis teknologi untuk menanggapi pekerjaan dan tuntutan lainnya," jelas penulis utama dan pakar perilaku anak dan dokter anak di University of Michigan Jenny Radesky .
 
Radesky mengatakan, jauh lebih sulit  beralih dari otak ibu atau ayah dan aspek kehidupan lainnya seperti pekerjaan karena batas-batasnya semakin kabur.  Karena ini adalah studi kecil, Radesky mengatakan orang tua tidak perlu terlalu keras memberi perhatian pada anak-anak.
 
"Anda tidak harus selalu ada untuk anak-anak Anda sepanjang hari. Sebenarnya lebih baik bagi mereka untuk mandiri," terangnya.
 
Orang tua juga perlu merasa terhubung di tempat kerja dan bagian lain dari kehidupan mereka.  Tetapi jika merasa kelelahan dan kelebihan beban karena harus fokus pada banyak hal, saatnya menetapkan batasan.
 
Di antaranya adalah membuat waktu keluarga yang terencana dan tidak terhubungan dengan semua peralatan teknologi, menggunakan filter atau blok pada perangkat untuk menghindari godaan penggunaan gadget berlebihan di rumah. Serta tunda melakukan tugas penting  yang membutuhkan konsentrasi penuh saat sibuk bersama anak-anak.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(YDH)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif