Meminta anak melakukan atau tidak melakukan sesuatu lebih efektif. (Ilustrasi/Pexels).
Meminta anak melakukan atau tidak melakukan sesuatu lebih efektif. (Ilustrasi/Pexels).

6 Strategi Memotivasi Anak agar Berperilaku Baik

Rona ibu dan anak
Anda Nurlaila • 15 November 2019 12:05
Jakarta: Bagi orang tua, meyakinkan anak-anak untuk melakukan hal-hal yang tidak mereka inginkan dapat menjadi tantangan. Sebaliknya, membuat mereka berhenti melakukan hal-hal yang Anda tidak ingin mereka lakukan bisa lebih sulit lagi.
 
Meminta anak menyikat gigi, mengerjakan pekerjaan rumah, membuat PR sekolah, atau melarangnya berteriak dan menggangu saudaranya bisa sangat melelahkan bagi orang tua. Tidak jarang berakhir  dengan omelan dan kemarahan orang tua. Sebenarnya Anda dapat meminta anak melakukan atau tidak melakukan sesuatu lebih efektif. Seperti dikutip dari Parents, ada enam strategi untuk memotivasi anak.
 
1 Pertimbangkan Kembali Hadiah

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Memberikan hadiah kadang berguna, tapi efek positifnya hanya berumur pendek. "Bagi sebagian anak yang cerdik, mereka akan melakukannya jika ada imbalan hadiah. Tapi perilaku tergantung pada hadiah akan berhenti jika tidak ada hadiah" ungkap Psikolog dan penasihat Orangtua Eileen Kennedy-Moore.
 
Hal yang lebih baik adalah mendorong anak puas dan bangga akan keterampilan dan kebiasaan baru yang dipelajarinya dengan baik. Tidak hanya mendorong lebih baik di masa datang, anak akan lebih bahagia melakukannya dan terinspirasi.
 
"Ketika seorang anak belajar mengendarai sepeda, dia biasanya sangat senang dengan keterampilan barunya dan ingin melakukannya, mungkin sulit untuk membujuknya untuk berhenti. Perasaan termotivasi itu sangat kuat," kata Kennedy-Moore.
 
2 Percakapan Dua arah dengan anak
 
Pembicaraan satu lawan satu dengan anak sangat penting untuk memanfaatkan motivasi intrinsik anak, kata Dr. Deci. Anak-anak secara alami ingin tahu. Ajak mereka untuk memahami mengapa sesuatu masuk akal dilakukan.
 
Saat meminta anak membersihkan kamar, minta anak mengenali perbedaan sebelum dan setelah merapikan kamar. Perlihatkan bahwa kamar yang rapi dan menjaga barang-barang tetap teratur lebih memudahkan mereka.
 
Jika anak menolak, mulai dari sudut pandang anak, kemudian bicarakan pentingnya kegiatan tersebut dengan cara yang baik. Jika anak kecapaian setelah sekolah dan tidak membereskan kamar, katakan, "Setelah beristirahat kau dapat membenahi kamar sehingga lebih mudah menemukan hal yang Anda butuhkan," paparnya.
 
Cara lainnya adalah tanyakan pada anak bagaimana rasanya melakukan tugas tertentu yang membuat mereka senang dan ingin bekerja sama. Seperti, "Apa pendapatmu tentang mengerjakan pekerjaan rumah? Bagaimana rasanya dapat menyelesaikan PR sendiri? Strategi efektif lain untuk mengubah kebiasaan buruk adalah menunjukkan empati dengan menanyakan bagaimana Anda dapat membantunya daripada mengomelinya karena tak kunjung melakukan yang Anda inginkan.
 
3 Pahami Ketidaksempurnaan Mereka
 
Kebanyakan anak kecil menikmati tugas tertentu jika Anda meleonggarkan standar tentang seberapa baik dan seberapa cepat mereka melakukannya. Penasihat dan psikolog Orangtua Wendy Mogel dan penulis The Blessing of a Skinned Knee mengatakan fokus pada apa yang dilakukan anak bukan pada hasilnya. "Saat membantu melipat baju atau selimut namun hasilnya berantakan, pujilah usahanya," katanya.
 
Jika anak menyukai pekerjaan tertentu, berikan mereka kesempatan. Misal anak yang senang bermain pelayan dapat diberi tugas membersihkan meja dan mencuci piring.
 
4 Pertimbangkan Kemampuan Mereka
 
Perasaan menguasai keterampilan tertentu sangat memotivasi, demikian pula sebaliknya. Kennedy-Moore mengatakan jika anak menolak melakukan sesuatu, tanyakan pada diri Anda, apakah kesenjangan keterampilan atau masalah belajar yang membuatnya tidak nyaman dan merasa tidak mungkin melakukan apa yang Anda minta.
 
Tanyakan pada anak tentang apa yang mungkin menghalanginya. Jika diperlukan lebih banyak jawaban, bicaralah dengan gurunya, dokter anak, atau penasihat.
 
5 Hargai perilaku baiknya
 
Saat anak bangun tidur di pagi hari tanpa dibangunkan, pastikan Anda memberitahunya bahwa Anda menghargai upayanya. Jangan lupa menambahkan bahwa sangat menyenangkan mengantarnya ke sekolah tanpa harus terburu-buru.
 
"Anak-anak ingin menyenangkan orang tua mereka," kata Dr. Kennedy-Moore. "Pujilah anak-anak Anda, tapi fokus pada upaya mereka daripada hasilnya." Jika anak mencapai prestasi membanggakan, jangan memuji anak terlalu berlebihan. "Kita ingin kegembiraan menjadi milik mereka, jadi itu bukan tentang kita."
 
6 Memberi contoh
 
Ini adalah sesuatu yang sederhana: Jika ingin anak akur dengan saudaranya, cobalah menyelesaikan konflik Anda dengan pasangan dengan penuh kasih.
Untuk membantu mereka mengingat perilaku mereka, pastikan Anda mengatakan "tolong" dan "terima kasih". Saat menelepon dan anak meminta perhatian, jangan mengatakan Anda hanya menelepon sebentar jika Anda butuh waktu setengah jam.
 
Ini akan mengajari anak bahwa Anda tidak perlu menepati janji dan menunda segala sesuatu selama mereka bisa lolos dari kewajiban. Samakan perkataan Anda dan perbuatan yang disaksikan anak adalah hal paling memotivasi.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif