Tema Khusus Rona

Robert Harianto, Antara Jurnalis dan Koleksi Sneaker

Raka Lestari 24 November 2018 09:11 WIB
Robert Harianto
Robert Harianto, Antara Jurnalis dan Koleksi Sneaker
Robert Harianto sudah menggeluti bidang jurnalistik selama sembilan tahun. Apa saja kisah uniknya dalam menggeluti bidang jurnalistik? Berikut infonya. (Foto: Dok. Medcom.id/Wijokongko)
Jakarta: Nama Robert Harianto tentu sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 12 Januari 1987 ini cukup sering muncul membawakan berbagai program berita di Metro TV. 

Pria penyuka sepak bola ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik selama sembilan tahun, waktu yang tidak sebentar untuk merasakan asam garam di dunia pertelevisian tanah air.

Suka duka selama bekerja sebagai jurnalis tentunya pernah dirasakan oleh Robert, namun menurutnya hal itu tergantung dari bagaimana cara memaknai setiap kejadian yang terjadi. 

"Kamu bisa melihat satu kejadian sebagai masalah tapi juga kamu bisa melihat suatu kejadian sebagai pelajaran. Tidak mungkin setiap kejadian selalu baik, tapi saya tidak melihat kejadian buruk itu sebagai duka, karena pada akhirnya saya mendapat sesuatu dari itu," ujar presenter berperawakan tinggi ini.

Bekerja selama sembilan tahun di Metro TV menurut Robert lebih banyak merasakan suka bahkan mungkin hampir semua yang dirasakan Robert selama bergabung menjadi salah satu pembawa berita di Metro TV adalah perasaan suka. 

Menurut Robert, bekerja di Metro TV bisa membuat dirinya memiliki kontribusi bukan hanya kepada lingkungan sekitar tetapi juga pada negara karena melalui pekerjaannya saat ini, Robert bisa memberikan sesuatu yang baik kepada masyarakat.

Meskipun saat ini Robert lebih banyak menghabiskan waktu kerjanya di studio, namun pengalamannya dalam melakukan peliputan di lapangan pun tidak kalah banyaknya. 

Mulai dari bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia, seperti Tsunami di Pulau Mentawai, peristiwa meletusnya Gunung Sinabung, sampai berbagai macam kejadian-kejadian lain yang sempat heboh di Indonesia, yaitu kasus Malinda Dee sampai Ariel Peterpan.


(Menurut Robert, bekerja di Metro TV bisa membuat dirinya memiliki kontribusi bukan hanya kepada lingkungan sekitar tetapi juga pada negara karena melalui pekerjaannya saat ini, Robert bisa memberikan sesuatu yang baik kepada masyarakat. Foto: Dok. Medcom.id/Wijokongko)

Lebih enak bekerja di lapangan atau di studio?

"Enakan di mana itu tergantung dari jiwa ya, dan tergantung dari kebutuhannya. Beda juga serunya," tutur Robert pada saat ditemui tim Medcom.id. 

"Jadi kalau di kantor, news anchor itu ibaratnya kan jangkar ya. Jadi tuh harus mengetahui apa yang ada di lapangan dan harus mengetahui berita lain yang ada selain di lapangan, risetnya lebih menyeluruh. Kalau di lapangan kita fokus pada satu konteks, cuma sama satu hal sedangkan kalau di studio kan bisa lima sampai enam hal."

Menurutnya, tantangan antara bekerja di lapangan dan di dalam ruangan sangatlah berbeda. 

"Tetapi kalau disuruh memilih untuk sekarang sih, menurut saya lebih dapat banyak berpikir di kantor karena di kantor tuh saya bisa membantu program, tidak hanya satu tapi bisa dua sampai tiga kayak saya sekarang memegang program Selamat Pagi Indonesia, kemudian Metro Siang, dan juga punya program sendiri yaitu Perspektif."

"Jadi saya bisa melakukan hal yang kalau di kantor tidak hanya membutuhkan pengalaman tapi juga jaringan," papar pria yang ramah ini.

(Baca juga: Mengenal Dua Sisi Aviani Malik)

Kunci untuk tetap aktif

Di tengah-tengah kesibukannya sebagai presenter yang sangat padat, Robert tidak pernah lupa untuk menjaga kesehatan tubuhnya agar tetap bisa aktif dalam berkegiatan. 

Menurutnya, hal yang paling penting adalah bahwa setiap manusia harus mencintai dirinya sendiri.

"Mencintai tubuh berarti merawat tubuh juga, jadi kunci dalam menjalani aktivitas itu adalah tubuh yang sehat dan juga pikiran yang sehat, itu penting sekali."

Salah satu hal yang tidak boleh terlewat menurut Robert adalah dalam hal mengelola stres, terutama di kota besar. 

"Managing stress di kota besar itu penting banget apalagi dengan tuntutan sekarang tuh luar biasa kan, jadi yang paling gampang adalah menjaga makanan, itu number one." 

Menjaga makanan itu bukan hal yang sepele karena sebagai masyarakat Indonesia terkadang kita disuguhi dengan makanan-makanan yang belum tentu kita perlu, tambah Robert.

Sedangkan yang kedua, menurut Robert yang perlu dilakukan adalah dengan berolahraga. 

"Kemudian yang kedua ya olahraga. Tidak ada yang namanya tidak ada waktu buat olahraga, itu adalah alasan paling buruk. Karena kan kita tidak mungkin olahraga tiga jam terus menerus, itu tidak mungkin."

"Olahraga intens tuh paling maksimal satu jam. Satu jam dibanding 24 jam itu hanya satu per dua empat, sedikit sekali. Jadi tidak ada yang namanya tidak ada waktu buat olahraga. Kalau tidak ada waktu, itu cuma orang males aja," ucapnya sambil tertawa.

Salah satu olahraga yang paling disukai Robert Harianto adalah olahraga berenang, ia mengatakan bahwa dirinya bisa melakukan olahraga berenang sampai tiga atau empat kali seminggu. 

"Berenang itu saya paling rata-rata 3,5-4 km dan rata-rata sekali berenang itu 1,1-1,2 km. Kebetulan berenang itu yang membuat saya merasa paling cocok ya karena kan ada yang cocok dengan angkat beban, ada yang cocok dengan lari, kalau saya merasa lebih cocoknya di berenang."


("Mencintai tubuh berarti merawat tubuh juga, jadi kunci dalam menjalani aktivitas itu adalah tubuh yang sehat dan juga pikiran yang sehat, itu penting sekali," ucap Robert. Foto: Dok. Medcom.id/Wijokongko)

Senang mengoleksi sneaker

Meskipun mungkin belum banyak yang mengetahui, ternyata Robert memiliki hobi mengoleksi sneaker. Lebih tepatnya adalah mengoleksi sneaker jenis Air Jordan yang pernah dipakai salah satu legenda pebasket dunia, Michael Jordan. 

"Lama sih belum baru sekitar 2 atau 3 tahun tetapi kalau suka sepatu sih sebenarnya dari dulu dan baru bisa dibilang menjadi kolektor itu baru 2-3 tahun. Jadi saya itu spesifik kolektor Air Jordan 1, cuma spesifik koleksi itu karena menurut saya itu yang punya nilai histori paling kuat diantara yang lain."

"Jadi gini, Air Jordan 1 itu adalah sepatu yang pertama kali dipakai oleh Michael Jordan di NBA sekitar tahun 1984 atau 1985 gitu ya, tapi kemudian sepatu ini dilarang oleh NBA karena dianggap dapat menyebabkan cedera, tetapi sama Michael Jordan tetap dipakai meskipun dilarang. Nah, karena itu NBA memberikan denda ke Michael Jordan sebesar 5000 dollar AS setiap Michael Jordan memakainya," tutur Robert.

Menurutnya, hal itu memiliki nilai historis yang cukup tinggi sehingga ia mengoleksi jenis sepatu tersebut. 

"Jadi menurut saya ini nilai historinya cukup tinggi karena pertama, Michael Jordan kan sampai sekarang kan legend banget meskipun dia sudah lama enggak main. Kedua, ini sepatunya yang pertama yang dipakai sama Michael Jordan dari seluruh kariernya di NBA walaupun saya juga bukan fans NBA banget tetapi jadi sejarahnya tinggi. Dan yang ketiga, ya unik!"




(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id