ilustrasi---(Foto: Pexels.com)
ilustrasi---(Foto: Pexels.com)

Panduan Multisensori dalam Organic Parenting

Rona ibu dan anak
Kumara Anggita • 28 September 2019 16:08
Jakarta: Psikolog Tumbuh Kembang Anak dari Tim Konsultan Psikologi Tiga Generasi, Chitra Annisya, M.Psi menjelaskan bahwa organic parenting perlu dilakukan masyarakat modern. Ini karena saat ini anak-anak memiliki ruang terbatas, selalu menggunakan gawai, dan konsumsi makanan atau minuman instan bergula tinggi. 
 
Gaya hidup ini alhasil memberikan dampak buruk bagi kehidupan antara lain penggunaan gawai berlebih membuat obesitas, pada usia 5-16. Sebanyak 5 persen anak usia TK mengalami masalah pemrosesan sensori yang memengaruhi perkembangan motorik, kognitif, sosial, dan emosi. 
 
Chitra menawarkan solusi berupa organic parenting yang memiliki karakterisitik yaitu memberikan makanan dan minuman alami bernutrisi tinggi, interaksi dua arah, melakukan kegiatan multisensori, dan bermain di alam terbuka. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Multisensori merupakan bentuk pembelajaran yang menggunakan berbagai indra. Ini harus disesuaikan dengan tahapan perkembangannya.
 
"Contoh untuk anak usia dua tahun ke bawah masih dalam fase mouthing, ini masukin segala barang ke mulut. Artinya kita memberikan kegiatan pada anak usia di bawah dua tahun perlu dipastikan bahwa hal tersebut aman dimasukan ke dalam mulut," ujarnya di Jakarta, Kamis, 26 September 2019.
 
Pertama, untuk stimulasi indra peraba, pastikan menggunakan bahan-bahan yang tak berbahaya. Ini karena, anak dibawah umur dua tahun akan memasukan semua hal ke dalam mulutnya.
 
"Bermain mungkin untk kegiatan stimulasi indra peraba kita bisa gunakan mungkin makanan seperti beras atau jeli yang aman bila tak sengaja masuk ke dalam mulut. Hindari menggunakan bahan yang tidak aman masuk ke dalam mulut," ujarnya.
 
Kegiatan yang bisa Anda tawarkan pada anak juga beragam. Anda bisa memilih dan mengombinasikan kegiatan sesuai dengan apa yang Anda lakukan saat bersama sang buah hati.
 
Kedua, indra visual. Ini bisa menunjukan berbagai macam bentuk, berbagai macam benda konkrit. "Misal belajar buah. Belajarlah lihat yang aslinya," jelasnya.
 
Ketiga, indra olfotorik atau penciuman. Anda bisa mengenalkan berbagai macam bau di sekitar Anda."Kemudian dari buah asli itu bisa berikan indra penciuman. Buah itu bisa dicium baunya seprti apa, itu adalah kegiatan multisensoring," lanjutnya.
 
Keempat, indra taktil atau peraba. Anda bisa mengajak anak untuk menyentuh benda-benda di depannya. "Dari situ kita bisa kenalkan, tesktur. Ada yang lebih halus, ada yang lebih kasar, tajam. Ini untuk merangsang indra peraba," paparnya.
 
Kelima, indra kinetik yang melibatkan gerakan. Bergeraklah dengan aktif bersama dengan anak Anda. "Dan ada berbagai kegiatan lainnya untik kesimbangan atau otot sendi bisa melakukan kegiatan aktivitas motorik seperti melompat, melempar, mendorong, dan bermain di alam terbuka," jelasnya.
 
Keenam, indra auditori atau pendengaran. Ini dilakukan dengan membawa suara-suara tertentu pada anak. "Menganal suara kita bisa kasih dengerin berbagai suara hewan. Kasih anak untuk menebak. Suara apa itu. Itu sudah stimulasi indra auditori. Ini dua tahun ke atas," ujarnya.
 
Dengan menerapkan ini, pemrosesan sensori bisa berkembang dengan optimal. perkembangan motorik , kognitif, sosial, dan emosi anak pun menjadi lebih baik.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(YDH)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif