Perusahaan alumunium asal Rusia, Tatprof menerapkan konsep feminin. Para karyawan perempuan harus menggunakan gaun pendek atau rok mini. (Foto Ilustrasi: Rawpixels/Pexels)
Perusahaan alumunium asal Rusia, Tatprof menerapkan konsep feminin. Para karyawan perempuan harus menggunakan gaun pendek atau rok mini. (Foto Ilustrasi: Rawpixels/Pexels)

Perusahaan Rusia Dikritik Karena Dianggap Seksisme

Rona kesetaraan gender
Dhaifurrakhman Abas • 12 Juni 2019 11:43
Perusahaan alumunium asal Rusia, Tatprof menerapkan konsep feminin. Para karyawan perempuan harus menggunakan gaun pendek atau rok mini. Tapi upaya ini justru ditentang oleh para netizen, yang menganggap perusahaan tersebut dianggap seksisme, atau kepercayaan bahwa satu jenis kelamin atau seks lebih berharga dari yang lain.
 
Jakarta: Perusahaan asal Rusia, Tatprof mendapatkan kritikan keras dari masyarakat. Sebabnya, perusahaan aluminium ini dianggap telah salah kaprah mengartikan konsep feminin dalam bidang pekerjaan.
 
Dalam hal ini, Tatprof menjalankan kampanye ‘feminine marathon’ agar para karyawan perempuan mengenakan gaun pendek atau rok tidak lebih dari lima sentimeter dari lutut saat bekerja. Kampanye ini bakal dijalankan hingga 30 Juni mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yang mengejutkan, karyawan yang bersedia melakukannya akan dibayar 100 roubal (sekitar Rp21 ribu) sebagai tambahan atas gaji mereka. Perusahaan percaya, kampanye ini akan membantu meningkatkan ikatan tim. Mereka juga diminta berbagi foto dengan departemen terkait untuk mendapatkan bonus.
 
Namun, bukannya mendapat dukungan, langkah ini telah menghadapi reaksi keras dari para netizen di seluruh dunia. Para pengguna media sosial menyebut, kampanye ini sebagai perlakuan mengerikan atas penyalahgunaan kekuasaan terhadap perempuan.
 
Perusahaan Rusia Dikritik Karena Dianggap Seksisme
 
“Jadi #Tatprof mengadakan kontes feminitas untuk karyawannya di Rusia, pada dasarnya sepertinya para bos dapat melihat gambar-gambar itu. Penyalahgunaan kekuasaan yang menjijikan dan mengeksploitasi perempuan. " ujar netizen.
 
Bahkan ada yang berpendapat bahwa Rusia tak ada ubahnya dengan peradaban zaman baheula. Bak kembali saat dunia masih seksis ketika dikerubungi pemikiran patriarki.
 
“Rusia sepertinya baru saja keluar dari zaman kegelapan. Anda harus tertawa," ujar pengguna media sosial tersebut.
 
Meski mendapat kritik keras, juru bicara perusahaan Tatprof berkilah. Sebab mereka melihat langkah ini sebagai upaya untuk membebaskan perempuan dalam memilih apa yang ingin mereka kenakan saat bekerja.
 
“Banyak wanita secara otomatis mengenakan celana panjang untuk bekerja, itulah sebabnya kami berharap bahwa kampanye ini meningkatkan kesadaran, (atau) merasakan kewanitaan dan pesona mereka, ketika mereka memilih untuk mengenakan rok atau pakaian,” kata juru bicara Tatprof lewat stasiun radio, baru-baru ini.
 
Selain itu, juru bicara Tatprof juga menyebut kampanye ini sebagai upaya menyatukan tim perusahaan. Sebabnya, mayoritas pegawai di perusahaan ini merupakan laki-laki.
 
“Kampanye semacam ini mencerahkan hari kerja kami. Tim kami adalah 70 persen pria. Ini adalah cara yang bagus untuk menyatukan tim,” sambung dia.
 
Perusahaan pemasok untuk Olimpiade Musim Dingin 2014 di Sochi dan Piala Dunia sepak bola 2018 ini juga mengatakan kepada media arus utama Rusia, bahwa, 60 perempuan telah berpartisipasi dalam kampanye ini. Mereka bahkan menolak tuduhan seksisme.
 
Sayangnya, para netizen tetap berang dan menganggap perusahaan ini seksisme. Apalagi ada beberapa acara lain yang direncanakan buat para karyawan perempuan. Salah satunya kompetisi untuk melihat siapa yang paling cepat dalam memasak pangsit. Sementara karyawan pria ditawarkan mengikuti kompetisi pull-up beberapa hari yang lalu.
 
Hal ini yang membuat netizen bertambah geram. Sebabnya perusahaan ini justru memberikan kompetisi yang membedakan peran gender. Padahal, seyogyanya perempuan mampu bertindak sama seperti laki-laki dalam bidang apa pun. Begitupun sebaliknya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif