Ambergris sendiri sering disebut-sebut sebagai bahan mahal dalam pembuatan parfume. (Foto: Robin van der Ploeg/Unsplash.com)
Ambergris sendiri sering disebut-sebut sebagai bahan mahal dalam pembuatan parfume. (Foto: Robin van der Ploeg/Unsplash.com)

Bahan Kotor Ini Mungkin Tersembunyi di Parfum Anda

Rona
Raka Lestari • 29 November 2017 12:24
Jakarta: Mungkin sudah saatnya untuk mulai memeriksa kandungan yang terdapat pada parfum Anda karena ada kemungkinan besar zat kotor ini adalah salah satunya. 
 
Meski ilegal untuk digunakan di Amerika Serikat, kemungkinan masih banyak produsen parfum luar negeri masih menggunakan ambergris. Ambergis sendiri merupakan zat yang berasal dari sperma paus. 
 
Ambergris, ambergrease atau grey amber adalah bahan solid, lunak, mudah terbakar, berwarna abu-abu kusam atau kehitaman, diproduksi di sistem pencernaan sperma paus. Ambergris yang keluar dari tubuh paus ini bersama kotoran kabarnya bisa bernilai hingga lebih dari Rp2 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menurut National Geographic, beberapa parfum kelas atas juga memanfaatkan kemampuan ambergris untuk memberikan aroma wangi pada kulit manusia," seperti dilansir dari Rd.com.
 
Bahan Kotor Ini Mungkin Tersembunyi di Parfum Anda
(Ambergris sendiri sering disebut-sebut sebagai "harta karun dari laut atau emas yang mengapung," menurut Natural History Museum. Foto: Jessica Weiler/unsplash.com)
 
(Baca juga: Parfum Inovatif, Semakin Berkeringat Semakin Harum)
 
Asal-muasal dari ambergris ini masih kontroversial. Beberapa ilmuwan setuju bahwa ambergris berasal dari mulut sperma paus, kemungkinan besar juga keluar bersama dengan muntahan paus.
 
Namun, yang lain bersikeras bahwa ambergris dikeluarkan dari bagian belakang paus sperma yang dibuang bersama dengan kotoran. 
 
"Ketika paus sperma mengalami iritasi pada perut atau tenggorokannya, biasanya karena paruh cumi-cumi, mereka menutupinya dengan zat berminyak dan membuangnya," menurut National Geographic.
 
Ambergris sendiri sering disebut-sebut sebagai "harta karun dari laut atau emas yang mengapung," menurut Natural History Museum. 
 

 

 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


TERKAIT
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif