Rasa cinta akan terbentuk melalui waktu--pexels.com
Rasa cinta akan terbentuk melalui waktu--pexels.com

Apakah Cinta pada Pandangan Pertama itu Nyata?

Rona romansa psikologi
Dhaifurrakhman Abas • 19 Juni 2019 19:21
Studi yang diterbitkan Journal of International Association for Relationship Research menyebutkan cinta tumbuh tak dapat tergesa-gesa. Kehadiran cinta membutuhkan waktu.
 

Jakarta: Apakah Anda sering berdebat dengan rekan Anda, karena tidak percaya dengan konsep cinta pada pandangan pertama? Jika benar begitu, tampaknya argumen Anda selama ini bisa dibuktikan secara ilmiah.
 
Sebabnya, sebuah studi yang diterbitkan Journal of International Association for Relationship Research menunjukkan bahwa cinta pada pandangan pertama adalah tentang ketertarikan dan nafsu awal. Pendapat itu dilontarkan ketika tim peneliti menganalisis 500 orang yang menjalankan pertemuan kencan. Peserta kencan merupakan pemudia yang berusia pertengahan 20-an.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari Times of India, penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap, melalui survei online, studi laboratorium dan wawancara langsung. Adapun cinta pandangan pertama yang dimaksudkan adalah ketika para peserta berkencan tidak lebih lebih dari 90 menit.
 
Setelah itu, para peserta yang berkencan ditanyai apakah mereka mengalami cinta pada pandangan pertama atau tidak. Dan apakah mereka tertarik secara fisik terhadap rekan mereka. Para peneliti juga mencoba menganalisis dan mengukur komponen cinta, termasuk gairah, keintiman, dan komitmen yang membantu menentukan kualitas suatu hubungan.
 
Hasilnya statistik dalam studi ini menunjukkan bahwa cinta pada pandangan pertama dialami 49 kali oleh 32 peserta. Meski demikian, peserta yang mengalami cinta pada pandangan pertama mengaku tidak memiliki komponen cinta utama, terutama keintiman dan komitmen, terhadap orang yang mereka kencani.
 
Namun, para peserta ini menyaksikan tingkat ketertarikan terhadap fisik yang tinggi terhadap rekan kencan mereka. Sehingga, para penelitian menyimpulkan bahwa ketertarikan pada fisik adalah soal nafsu. Alias, bukan cinta pada pandangan pertama.
 
Selain itu penelitian ini menyimpulkan bahwa 60 persen dari peserta penelitian adalah perempuan. Namun mayoritas kasus cinta pada pandangan pertama dilaporkan oleh laki-laki.
 
Penelitian ini juga menyatakan bahwa tidak ada contoh cinta pada pandangan pertama secara timbal balik. Dengan kata sederhana, semua peserta, yang merasakan cinta pada pandangan pertama tidak menerima respons positif yang serupa dari rekan mereka.
 
Dengan begitu, para peneliti menyimpulkan bahwa rasa cinta akan terbentuk melalui waktu. Selain itu cinta juga akan tumbuh lewat upaya yang berkelanjutan dan konsisten dari kedua mitra agar terbangun pondasi cinta yang kuat.
 
“Anda mungkin merasa tertarik pada seseorang saat Anda bertemu dengannya, tetapi butuh waktu untuk memahami pasangan Anda, membangun keintiman, dan berkomitmen untuk hubungan itu,” ujar Florian Zsok dan rekannya, yang psikolog sekaligus penulis penelitian tersebut.
 

 
(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif