Ilustrasi- (Foto: Kelly Sikkema/Unsplash.com)
Ilustrasi- (Foto: Kelly Sikkema/Unsplash.com)

Memeluk Bayi Memiliki Efek Positif Seumur Hidup

Rona ibu dan anak
Timi Trieska Dara • 05 Oktober 2019 13:08
Jakarta: Kita tahu kedekatan dengan bayi membawa kebahagiaan dan kenyamanan bagi ibu dan si kecil. Sekarang, penelitian baru dari Universitas Notre Dame mengatakan bayi yang mendapakan kasih sayang dan dukungan penuh kasih sejak dini sebenarnya memiliki peluang yang lebih baik untuk tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat dan dapat beradaptasi dengan baik. 
 
Penelitian yang diterbitkan dalam Applied Developmental Science, ini para peneliti mengajukan pertanyaan kepada orang dewasa seperti: Berapa banyak mereka menerima kasih sayang fisik? Bermain dengan bebas di luar dan di dalam rumah? Melakukan sesuatu sebagai keluarga di dalam dan di luar rumah? Merasa didukung?
 
Ini semua adalah indikator dari apa yang disebut Profesor Psikologi Darcia Narvaez sebagai "Ceruk perkembangan yang berevolusi." Dia menjelaskan, "Manusia berevolusi dengan sarang perawatan untuk anak-anak mereka yang sesuai dengan jadwal kematangan anak. Itu dibentuk lebih dari 30 juta tahun yang lalu dan dimodifikasi melalui evolusi manusia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ingin tahu apakah Anda telah membuat ceruk yang tepat untuk bayi Anda? Narvaez mengatakan ini adalah elemen kunci:
 
1. Pengalaman perinatal yang menenangkan dan naturalistik.
2. Responsif terhadap kebutuhan bayi termasuk sensitivitas terhadap sinyal bayi sebelum bayi menangis.
3. Kehadiran fisik yang konstan dengan banyak sentuhan kasih sayang.
4. Menyusui secara ekstensif.
5. Interaksi menyenangkan dengan pengasuh dan teman.
6. Komunitas pengasuh yang penuh kasih sayang dan perhatian.
 
Para peneliti dapat menyimpulkan orang dewasa yang mengatakan bahwa mereka menerima lebih banyak kasih sayang fisik dan interaksi selama masa kanak-kanak menunjukkan lebih sedikit depresi dan kecemasan, serta lebih banyak empati dan kasih sayang terhadap orang lain.
 
Tetapi orang dewasa yang mengatakan mereka tidak menerima perawatan penuh perhatian, atau tumbuh tanpa lingkungan yang menenangkan, memiliki kesehatan mental yang lebih buruk, dan menunjukkan lebih banyak tekanan sosial dan kurang empati.
 
Narvaez menjelaskan: "Penelitian kami menunjukkan bahwa ketika kami tidak memberikan kepada anak-anak apa yang mereka butuhkan, mereka berubah menjadi orang dewasa dengan kapasitas sosial dan moral yang menurun.
 
Dengan tekanan beracun di masa kanak-kanak, hal-hal yang baik tidak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan Anda menjadi reaktif stres. "Kita bisa melihat orang dewasa di sekitar kita yang trauma atau kurang mendapat perhatian pada saat-saat kritis," ujarnya.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(YDH)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif