Dian Sastro: Anak Penyandang Autisme Butuh Kasih Sayang. (Foto: Krispen/Medcom.id)
Dian Sastro: Anak Penyandang Autisme Butuh Kasih Sayang. (Foto: Krispen/Medcom.id)

Dian Sastro: Anak Penyandang Autisme Butuh Kasih Sayang

Rona autisme pada anak
Sunnaholomi Halakrispen • 22 November 2019 17:18
Jakarta: Hari Anak Sedunia diperingati setiap 20 November. Dian Sastrowardoyo, aktris sekaligus Pekerja Seni dan Ibu dari anak penyandang autisme menekankan bahwa, anak-anak dengan autisme butuh kasih sayang layaknya anak lain yang tanpa gangguan.
 
"Anak dengan autisme, seperti halnya anak-anak normal lainnya, membutuhkan kasih sayang dan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Namun, anak dengan autisme kerap dipandang sebelah mata," ujar Dian di teamLab Future Park Jakarta Mall Gandaria City, Jakarta Selatan.
 
Pandangan sebelah mata terhadap anak dengan autisme, kata Dian, karena anak dengan autisme tidak dapat mengekspresikan emosinya seperti anak-anak normal. Meski demikian, kondisi mereka bisa berangsur-angsur membaik jika ditangani dengan tepat sejak dini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satunya melalui terapi seni. Melalui seni, anak dengan autisme dapat lebih mudah beradaptasi, berkomunikasi dengan baik, dan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya," imbuhnya.
 
Sebagai ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus, Dian pun menceritakan pengalaman yang pernah dialaminya. Anak pertamanya mengidap spektrum autisme dan tahapan perkembangannya jauh lebih baik visual dibandingkan audio.
 
"Jadi kalau kita jelaskan tentang sesuatu, dia lebih aktraktif ketika melihat visual gambar dibandingkan ketika kita omongin (verbal). Jadi kalau mau jelasin konsep, saya gambar dulu, dia jadi tertarik," katanya.
 
Ketika Dian memperlihatkan buku cerita yang terdapat gambar, anak pertamanya bisa lebih fokus dibandingkan ketika Dian bercerita. Anaknya juga menggambar, namun khusus mengenai tema yang disukai. Misalnya, menggambar mobil hingga menyukai konsep aero dinamika.
 
"Bagaimana mobil formula didesain sedemikian rupa supaya ada alur kecepatan. Jadi biar bisa lebih struggling enggak ngelawan angin, jadi angin bisa lewat di body mobilnya. Itu dia gambarin dan ada arah anginnya yang sesuai bentuk body mobil," paparnya.
 
Dian menjelaskan, ada hambatan berperilaku dalam diri si buah hati ketika bersosialisasi dengan orang lain. Tapi, dia memiliki kekhususan tentang hal yang sangat menarik untuknya. Saat melakukan hal yang disukai, sang anak bisa lebih asik sendiri mendalami hal tersebut.
 
Shailendra Naryama, anak Dian, gemar dengan bidang matematika, science, dan logika. Ketika melakukan hal-hal yang berkaitan dengan tiga bidang itu, si kecil bisa tekun dan nyaman dibandingkan bicara dengan orang lain.
 
"Jadi harus kita ajak cerita ke kita dong seperti apa bagusnya, seperti apa menariknya," tambah Dian.
 
"Setiap anak-anak dengan kebutuhan khusus termasuk autisme, semua anak-anak punya hak dari kekerasan, dari penelantaran, pekerjaan, diberikan kasih sayang, dan hak untuk bermain," pungkasnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif