Chitra Subyakto, founder Sejauh Mata Memandang (Tengah), Foto: Raka/Medcom.id
Chitra Subyakto, founder Sejauh Mata Memandang (Tengah), Foto: Raka/Medcom.id

Cara Mengurangi Limbah Fashion ala Chitra Subyakto

Rona jakarta fashion week
Raka Lestari • 25 Oktober 2019 11:40
Jakarta: Berbagai masalah lingkungan seperti climate change atau sampah plastik merupakan isu lingkungan yang sudah cukup banyak digaungkan. Namun salah satu isu lingkungan lain yang mungkin masih belum jarang dikampanyekan adalah mengenai sampah sisa dari industri fashion.
 
Industri fashion di Indonesia sendiri sudah sangat berkembang. Namun banyak orang yang lupa akan sampah yang dihasilkan dari industri fashion tersebut.
 
Chitra Subyakto, founder Sejauh Mata Memandang memberikan tanggapannya mengenai limbah dari industri fashion.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami dari Sejauh Mata Memandang ingin membuat produk atau karya yang ketika saya sudah mati tidak akan jadi sampah di TPA atau di laut. Dan itu bisa, yaitu dengan memilih fashion yang buatan tangan yang bisa dipakai bahkan sampai sepuluh tahun ke depan,” ujar Chitra, pada acara talkshow Jakarta Fashion Week 2020, di kawasan Mall Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Chitra mencontohkan bahwa kain-kain yang terdapat ada di Sejauh Mata Memandang jika sudah tidak terpakai, maka bisa dikubur dan bisa terurai. Sebab tidak menggunakan bahan-bahan kimia, seperti polyester yang memiliki kandungan mikroplastik yang tidak bisa terurai jika sudah tidak digunakan.
 
Chitra sendiri memiliki tiga tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi limbah fashion bagi lingkungan. Pertama adalah pay more atau berani membayar lebih untuk fashion item yang akan dibeli.
 
“Kalau membeli baju dengan harga murah, harus bertanya apakah pekerjanya dibayar sudah sesuai atau belum? Atau bahan-bahan yang digunakan seperti apa? Contohnya saja, bahan polyester biasanya lebih murah tetapi mengandung plastik yang tidak ramah lingkungan," terang Chitra,
 
Kedua adalah dengan buy less. Biasanya fashion itu trennya tiga bulan sekali bisa ganti. Jadi terkadang banyak orang yang malu kalau pakai baju yang sudah dipakai beberapa kali.
 
“Untuk itu, kalau mau beli baju sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu apakah memang bisa dipakai dalam waktu lama? Apakah bisa dilakukan mix and match atau tidak?," sambungnya.
 
Sementara ketiga adalah buy things with meanings. Maksudnya, usahakan ketika membeli fashion item yang memiliki makna di balik fashion item tersebut, belilah yang memang ada.
 
"Misalnya, beli yang hand made atau beli yang memang dari pengrajin karena kalau kita membeli dari mereka berarti kita bisa membantu perekonomian keluarga mereka juga,” tutup Chitra.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif