Terkadang lelaki yang tak menarik memiliki kesetiaan yang lebih besar dibandingkan yang memiliki pesona (Foto Ilustrasi: Mukesh Mohanty/Pexels)
Terkadang lelaki yang tak menarik memiliki kesetiaan yang lebih besar dibandingkan yang memiliki pesona (Foto Ilustrasi: Mukesh Mohanty/Pexels)

Penelitian: Perempuan Lebih Suka Lelaki yang Tidak Menarik

Rona romansa
Kumara Anggita • 19 Mei 2019 15:11
Pria menarik cenderung membawa pasangannya lebih was-was. Untuk itu, pria yang berpenampilan biasa-biasa saja, atau tidak menarik menjadi buruan kaum hawa dalam membangun rumah tangga
 
Jakarta
: Pada awal perjumpaan, wajah tampan, tubuh ideal, pembawaan yang menarik dapat menjadi pintu untuk orang ingin saling mengenal. Tak kaget, kalau orang yang paling ganteng di kantor Anda banyak disukai atau digila-gilai.
 
Karena itu, banyak laki-laki yang berusaha untuk terlihat tampan juga. Namun apakah benar wajah tampan dan menarik menjadi komponen paling penting untuk hubungan percintaan. Khususnya hubungan yang mendalam dan jangka panjang? Berikut penjelsannya yang dilansir dari Esquire.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan studi dari Florida State University ditemukan bahwa hubungan memungkinan akan lebih berhasil, ketika perempuan terlihat lebih menarik dari pada prianya. Ini mungkin bisa dari wajahnya, pembawaannya, gaya berpakaian, dan masih banyak lagi.
 
Para peneliti menganalisis 113 pasangan yang baru menikah di Texas dengan usia akhir dua puluhan. Tim yang mengevaluasi dari Southern Methodist University dan Florida State University menilai dari level menariknya mereka dan diberikan kuesioner tentang keinginan mereka untuk tetap bugar dan menarik.
 
Ditemukan bahwa dalam kasus-kasus di mana lelakinya kurang menarik dibandingkan perempuannya kemungkinan akan mengimbangi pasangan perempuannya dengan tindakan kebaikan. Seperti hadiah, bantuan seksual, atau pekerjaan rumah tangga lainnya.
 
Para peneliti melihat sebuah pola. Dalam hal ini tindakan semacam itu membuat para perempuan lebih bahagia dan merasa lebih dihargai. Dengan seperti itu, hubungan menjadi semakin kuat.
 
Dari studi ini ditemukan bahwa "Suami pada dasarnya lebih berkomitmen, lebih banyak berinvestasi untuk menyenangkan istri mereka ketika mereka merasa bahwa mereka mendapatkan tawaran yang bagus.”
 
Ini artinya, Anda tidak perlu menjadi yang paling tampan, namun lebih menjadi orang yang bersikap baik, menghargai, dan mencintai pasangan perempuan Anda dengan tulus. Dengan pertukaran seperti itu, kemungkinan pasangan akan merasa lebih nyaman.
 
Namun ketika perannya terbalik, dalam arti pria dinilai lebih menarik ditemukan hal lain. Hasil dari para perempuan yang disurvei menunjukkan tekanan yang mereka rasakan dari memiliki suami yang menarik, membuat mereka tidak bahagia yang mengarah ke diet dan obsesi untuk berolahraga.
 
Penelitian Tania Reynolds mengatakan, "Hasil penelitian mengungkapkan bahwa memiliki suami yang menarik secara fisik mungkin memiliki konsekuensi negatif bagi istri, terutama jika istri-istri itu tidak terlalu menarik. Penelitian ini menunjukkan mungkin ada faktor sosial yang memengaruhi pola makan perempuan yang tidak teratur."
 
Akan tetapi, kembali lagi kecenderungan ini terjadi karena faktor sosial yang artinya tidak bersifat mutlak. Bisa saja laki-laki yang menarik juga memiliki tindakan-tindakan baik juga, sehingga pasangan perempuannya pun merasa lebih aman dalam hubungan. Begitu juga dengan perempuan akan tetap merasa aman ketika laki-lakinya banyak disukai.
 
Siapa pun itu tidak perlu menjadi tampan dan cantik sesuai dengan standar ideal di lingkungan Anda. Yang terpenting menjadi pribadi yang dapat dipercaya oleh pasangan dan mencintai dengan tulus satu sama lain. Pastinya, hubungan Anda akan kuat.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif