Ilustrasi-Pixabay
Ilustrasi-Pixabay

4 Faktor yang Mendasari Lahirnya Pelaku Bully

Rona bullying
Kumara Anggita • 21 Januari 2020 16:05
Jakarta: Melakukan perundungan atau melakukan bully bukanlah tindakan yang membanggakan. Namun entah mengapa hal ini terus terjadi di mana-mana.
 
Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M.Psi., Psikolog, dari Sahabat Kariib mengatakan, perilaku ini muncul karena si pelaku ingin mendapatkan kekuatan. Hal mudah yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kekuatan adalah dengan mencari orang yang lebih lemah darinya.
 
“Yang mendorong bully ke orang lain adalah pemenuhan kebutuhan akan power. Mereka ingin mendominasi, berkuasa, ingin in charge sama sesuatu. Kebanyakan sasaran bully itu orang yang tidak berdaya. Misalnya kalau di sekolah ada orang yang kurang bisa ngomong dan bersosialisasi, agak canggung, tidak populer. Mem-bully mereka memberikan power pada pelaku,” ungkap Yulius kepada Medcom.id.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perilaku ingin mendapatkan kekutan dari menindas yang lemah didasari oleh berbagai faktor antara lain:

1. Keluarga yang tidak nyaman

Rumah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan, namun karena itu tak bisa terpenuhi, orang akan mencari kenyamanan dan kesenangan itu dari luar. Sayangnya ada orang yang mengarahkannya ke jalan yang salah.
 
“Yang mendasari ini (bully) bisa dari keluarga. Keluarga yang kurang kondusif banyak cekcok banyak kekerasan, dididik dengan kekerasan. Itu mendorong mereka mencari sesuatu yang ‘lebih menyenangkan’ dari luar. Kalau di rumah tidak diakui, dengan mem-bully kan dapat kekuatan,” jelasnya.

2. Balas dendam

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang pernah di-bully bisa melakukan tindakan ini kembali pada orang lain saat dia memiliki kekuatan. Yulius menyebutkan bully bisa muncul karena ingin balas dendam.
 
“Menurut penelitian, mereka (si pelaku) adalah orang-orang yang terkena bully pada masa lalu. Jadi, misalnya kelas satu dia kena bully kelas dua dia yang balik mem-bully. Ini jadi bentuk balas dendam. Mereka sakit hati diperlakukan seperti itu. Mereka melakukannya untuk menghindari rasa sakit hati itu terulang kembali,” ungkapnya.

3. Pengaruh lingkungan

Lingkungan memengaruhi banyak tindakan seseorang. Bila seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang suka mem-bully maka dia berkecenderungan untuk melakukannya juga.
 
“Dari pengaruh teman-teman juga ada. Ini mendorong mereka untuk berlaku seperti itu,” jelasnya.

4. Penyakit bawaan

Ada pula orang-orang yang bawaannya jadi susah berempati karena penyakit tertentu. Ini buat seseorang jadi santai saja mem-bully yang lebih lemah darinya.
 
“Dan ada beberapa faktor patologi yang memengaruhi perilaku ini. Misalnya ada gangguan seperti conduct disorder atau oppositional defiant disorder. Ini buat anak-anak tidak punya rasa empati, rasa taat pda aturan, sering melawan. Ini buat mereka jadi mem-bully pada usia-usia selanjutnya,” jelasnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif