Para peneliti memulai dengan dasar penelitian yang mengatakan bahwa menghabiskan waktu di alam dapat mengurangi kelelahan mental dan meningkatkan perhatian pada individu. Dari situ, para peneliti menyimpulkan bahwa seseorang yang pikirannya telah lebih rileks akan tidak mudah tersinggung, memiliki kontrol diri yang lebih, dan lebih mampu menangkap isyarat sosial, yang semuanya dapat memfasilitasi interaksi interpersonal yang lebih baik, ujar salah satu anggota tim peneliti Dina Izenstark , PhD, kepada Science Daily.
Untuk menguji teori tersebut, para peneliti meminta 27 pasang ibu dan anak perempuan yang berusia 10-12 tahun berjalan 20 menit bersama. Setengah dari pasangan ibu dan anak tersebut berjalan di alam, sementara setengah lainnya berjalan di mal. Setelah menguji perhatian ibu dan anak perempuan dan mengamati interaksi keluarga mereka, hasilnya jelas: jalan-jalan di alam meningkatkan interaksi positif, membantu ibu dan anak perempuan bergaul dengan lebih baik. Hal ini juga meningkatkan perhatian pada para ibu.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Meskipun penelitian ini hanya membahas ibu dan anak perempuan, berdasarkan hasil penelitian tersebut para peneliti menganjurkan untuk melakukan acara yang berbasis alam bebas bersama keluarga agar dapat menyebabkan hasil psikologis positif dan peningkatan fungsi keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
