Temma Prasetio meriahkan rangkaian kegiatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2020. (Foto: Dok. Instagram Temma Prasetio/@temmaprasetio)
Temma Prasetio meriahkan rangkaian kegiatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2020. (Foto: Dok. Instagram Temma Prasetio/@temmaprasetio)

Desainer Temma Prasetio Turut Meriahkan JFW 2020

Rona jakarta fashion week
Sunnaholomi Halakrispen • 27 Oktober 2019 14:11
Jakarta: Tak sedikit desainer yang hadir meriahkan rangkaian kegiatan Jakarta Fashion Week (JFW) 2020. Salah satunya, Temma Prasetio yang kali ini berkolaborasi bersama tiga desainer perempuan.
 
Temma Prasetio sendiri pernah menjuarai Lomba Perancang Mode (LPM) tahun 2018. Isu yang diangkat ialah isu sosial masyarakat yang dinilainya sedang menghadapi tantangan. 
 
“Hal ini menimbulkan keresahan sekaligus inspirasi bagi saya untuk mengembangkan koleksi dan rancangan baru yang bisa dimaknai sebagai ajakan untuk kembali bersatu dan saling menghargai,” imbuh Temma.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada acara diselenggarakan oleh UBS Gold X Caren Delano di JFW 2020, Temma Prasetio dipercaya menjadi satu-satunya desainer pakaian pria bersama dengan tiga desainer pakaian wanita yaitu Diana Putri, Maya Ratih dan Dini Ira. 
 
Temma selaku desainer muda, memadukan tenun Bali dan Lombok. Perpaduan desainnya dinilai sesuai selera nasabah high net-worth Bareksa Prioritas.
 
Namun, pada koleksi kali ini Temma tidak menggunakan kain etnik. Ia menggabungkan ilustrasi lukisan karya Han Chandra dengan desain pakaian modern. Salah satu contoh perkembangan karyanya.
 
“Bareksa Prioritas berusaha untuk mengapresiasi pekerja seni dengan karya unik dan eksklusif yang sesuai dengan kebutuhan kalangan High Net-Worth, seperti produk fesyen, karya seni lukisan, barang antik ataupun benda koleksi lainnya. Salah satunya seperti karya Temma Prasetio,” kata Managing Director Bareksa Prioritas Ricky Rachmatulloh.
 
Menurutnya, kalangan High Net-Worth Indonesia mulai melirik nama-nama baru dari desainer lokal. Kiblatnya pun tidak melulu nama-nama desainer dari luar negeri. 
 
Walaupun, persaingan ketat dan perubahan tren yang cepat membuat desainer muda kerap kesulitan untuk melaju. Pasalnya, ada beragam keterbatasan yang kerap dimiliki dibandingkan desainer ternama luar negeri.
 
Meski demikian, ruang gerak desainer muda Indonesia harus terus diperluas. Hal itulah yang membuat Bareksa Prioritas merasa perlu mengambil bagian dalam mendukung ruang gerak desainer muda tanah air. 
 
“Kreativitas pemilihan bahan, pola dan adaptasi atas nilai budaya Indonesia yang kaya membuat karya fesyen Indonesia sangat menjanjikan. Hal inilah yang membuat kami tertarik untuk mendukung karyanya,” tutur Ricky. 
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif