Jakarta: Bullying atau perundungan pada anak merupakan salah satu masalah yang sebaiknya disadari oleh orang tua. Entah itu anak berperan sebagai pelaku atau korban, orang tua harus menyadari perubahan-perubahan yang terjadi pada anak mereka.
Definisi bullying sendiri adalah tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang merasa lebih kuat, untuk menyakiti, mempermalukan, dan menindas seseorang.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
“Bullying dilakukan secara berulang-ulang dari waktu ke waktu dengan tujuan untuk membuat korban menderita dan merasa tidak berdaya,” ujar Jane Cindy Lindardi, M.Psi, Psikolog dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dalam acara Menyambut Hari Anak Nasional.
Jane juga mengatakan bahwa suatu perilaku dapat dikategorikan sebagai bullying jika memenuhi tiga syarat, yaitu niat pelaku untuk menyakiti korban, adanya ketidakseimbangan kekuatan baik secara fisik maupun popularitas, dan dilakukan secara berulang-ulang.

Jane Cindy Lindardi, M.Psi, Psikolog (kanan). Foto: Raka/Medcom.id
Berdasarkan data yang diambil dari KPAI pada Mei 2018, setidaknya ada 26.000 kasus bullying dari tahun 2011-2017. Berikut beberapa jenis bullying menurut Jane:
1. Bullying fisik
Bullying fisik yaitu penindasan yang dilakukan dengan melibatkan kekerasan fisik (memukul, mencekik, meninju, menendang, meludahi, dsb). Termasuk juga merusak barang-barang milik korban bullying.2. Bullying verbal
Kekerasan verbal berupa naming (memberi julukan nama), celaan, fitnah, penghinaan, dan menyebarkan tuduhan yang tidak benar.3. Bullying sosial
Dalam kasus ini, pelaku melakukan pelemahan harga diri terhadap korban secara sistematis. Caranya melalui pengucilan, pengabaian, penyingkiran. Termasuk menghasut orang lain untuk ikut mengasingkan korban bullying.4. Bullying cyber
Bullying cyber muncul seiring perkembangan teknologi. Korban biasanya terus mendapat pesan negatif, baik berupa sms, pesan di chat, internet (website), maupun media sosial.Faktor penyebab terjadinya bullying sangatlah beragam, mulai dari keluarga, sekolah, kelompok teman sebaya (pertemanan), dan tontonan atau tayangan televisi.
“Orang tua yang melakukan kekerasan fisik, situasi rumah penuh konflik, tidak adanya perhatian dari orang tua, serta tidak adanya attachment yang positif antara orang tua dan anak juga bisa menjadi pemicu anak melakukan bullying,” tutup Jane.
Jangan Bully Aku
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(FIR)
