Metrotvnews.com, Jakarta: Pesatnya kemajuan teknologi yang terjadi lima tahun terakhir, berdampak pada perubahan pola perilaku masyarakat, khususnya dalam hal berbelanja. Apalagi, banyaknya toko daring (online) bermunculan membuat berbelanja semudah menekan tombol gawai (gadget), di manapun dan kapanpun. Inilah pemicu perilaku konsumtif.
“Kita berhadapan dengan satu generasi yang ingin segala sesuatunya serba instan, tanpa harus menunggu,” ucap pemasar kreatif Yoris Sebastian dari OMG Consulting.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Menurut Yoris, masyarakat ingin segala sesuatu terlaksana dan tercapai dalam waktu singkat. Tanpa harus melalui proses panjang. Ini tentunya berbeda dengan generasi sebelumnya yang sangat menghargai terjadinya suatu proses, sebelum terjadinya satu pencapaian tertentu.
Fenomena perilaku konsumtif ini bisa menjadi bumerang bagi generasi milenial, yaitu mereka yang lahir di 1980-2000, jika tak dibarengi perencanaan keuangan yang baik. Terlebih lagi, banyak milenial yang masih meminta bantuan orang tua untuk membayar semua barang belanjaannya.
Berdasarkan survei daring yang dilakukan lembaga riset independen Provetic pada 7.757 responden, ditemukan 38 persen generasi milenial masih menggunakan uang dari orang tua untuk melakukan transaksi.
Provetic juga menemukan adanya pergeseran tujuan menabung di antara generasi milenial. Sebanyak 41 persen dari 7.809 perbincangan soal alasan menabung, milenial mengaku menabung untuk bisa membeli tiket menonton konser musisi idola dan wisata.
Untuk itu, perlu adanya terobosan dari pelaku industri kreatif untuk memberi solusi dengan menciptakan suatu gagasan yang bisa membantu generasi milenial mengatur keuangan. Sehingga daya beli bisa tetap stabil di masa mendatang.
Senada, juru masak independen Nanda Hamdalah mengungkapkan, budaya konsumtif generasi milenial harus diimbangi pengaturan keuangan yang tepat. Hal ini akan membantu agar produktivitas generasi milenial tak terganggu dan justru meningkat serta memberi kontribusi positif pada masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(NIN)
