Kehadiran anak-anak memengaruhi kebahagiaan orang tua mereka. (Foto: Pexels)
Kehadiran anak-anak memengaruhi kebahagiaan orang tua mereka. (Foto: Pexels)

Apakah Kehadiran Buah Hati Bikin Orang Tua Bahagia?

Rona keluarga
Dhaifurrakhman Abas • 18 Juni 2019 06:00
Sebuah studi yang dilakukan Paris Economics dari Dartmouth College menyimpulkan bahwa anak-anak membuat orang dewasa lebih bahagia. Studi ini juga menunjukkan bahwa anak-anak yang berusia muda lebih bikin orang tua bahagia ketimbang saat mereka memasuki usia remaja.
 
Jakarta: Barangkali sebagian besar pasangan menikah tentu ingin segera mendapat momongan. Buktinya, banyak pasangan yang rela merogoh kocek lebih untuk segera mendapatkan keturunan.
 
Dari mulai menyiapkan pelbagai peralatan untuk bayi, ataupun mengikuti terapi khusus untuk mempercepat proses kehamilan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun pertanyaannya, apakah sebuah hubungan pernikahan akan menjadi lebih baik setelah memiliki anak? Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Paris Economics dari Dartmouth College membenarkan pertanyaan tersebut.
 
Studi menggebrak kepercayaan populer dari studi sebelumnya, yang mengindikasikan memiliki anak dapat mengurangi tingkat kebahagiaan orang dewasa. Sebaliknya tim peneliti Paris Economics dari Dartmouth College menyimpulkan bahwa anak-anak membuat orang dewasa lebih bahagia.
 
Temuan ini diungkapkan setelah tim peneliti menganalisis sekitar 1 juta orang dewasa periode  2009 hingga 2018. Para peserta diberikan sejumlah pertanyaan terkait dengan kehidupan cinta mereka.
 
Langkah berikutnya, para peserta diminta untuk menentukan peringkat kepuasan hidup pada skala satu hingga empat. Jika di total, rata-rata nilai kepuasan para peserta penelitian adalah 2,93.
 
Data pada penelitian ini mencerminkan kehadiran anak-anak memengaruhi kebahagiaan orang tua mereka. Terlepas dari apakah anak-anak itu berasal dari hubungan pernikahan, hubungan keluarga yang sudah berpisah, atau lain sebagainya.
 
“Satu-satunya skenario yang menyebabkan sebagian besar pasangan mengalami penurunan tingkat kebahagiaan orang tua adalah ketika mereka dihadapkan untuk membayar tanggungan keuangan anak,” kata penulis studi, David G. Blanchflower, dikutip media kampus Dartmouth.
 
Studi ini juga menunjukkan bahwa anak-anak yang berusia muda lebih bikin orang tua bahagia ketimbang saat mereka memasuki usia remaja. Para peserta penelitian mengaku anak-anak di bawah usia 10 tahun membawa lebih banyak kebahagiaan daripada mereka yang berusia antara 10 hingga 14 tahun.
 
“Anak-anak yang lebih muda tampaknya membuat orang tua lebih bahagia daripada remaja,” lanjut Blanchflower.
 
Selain itu, usia orang tua juga memengaruhi tingkat kebahagiaan saat memiliki anak. Studi menunjukkan bahwa orang mereka yang memiliki anak-anak paling bahagia ketika mereka berusia di bawah 45 tahun.
 
“Namun begitu, tingkat kebahagiaan bervariasi untuk mereka yang memiliki anak tiri,” tandasnya.
 
Cerdas Menjaga Tumbuh Kembang Si Kecil

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif