Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Motif Seseorang Melakukan Bullying

Rona bullying
Kumara Anggita • 20 Januari 2020 20:30
Jakarta: Semasa sekolah pasti ada cerita satu anak yang menjadi korban perundungan taau bullying. Selama ini kita hanya tahu apa dampak yang didapat dari korban bullying. Namun tak pernah tahu, apa motif dari orang yang melakukan bullying terhadap korbannya.
 
Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga fnie Indrianie, M.Psi dari Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, mengatakan kalau motifnya berasal dari kecenderungan yang ada. Tepatnya ketika sang pelaku melihat ada yang lebih lemah darinya.
 
Bullying terjadi saat ada seseorang yang dianggap lemah oleh sebagian yang lain yang merasa berkuasa. Ini terjadi pada semua usia, bukan hanya pada siswa satu dengan yang lain di sekolah,” ujarnya kepada Medcom,id, Senin, 20 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Biasanya pelaku berasal dari mereka yang memiliki karakter dominan. Namun sayangnya, tidak diarahkan dengan tepat.
 
“Mereka yang suka mem-bully pada umumnya yang karakternya dominan dan ‘power motifnya’ besar. Namun, karena hal ini tidak diarahkan pada hal yang tak tepat, maka biasanya mereka karakter dan motif tersebut diwujudkan dalam perilaku mengintimidasi,”papar Efnie.

Meghindari anak menjadi pelaku Bullying

Untuk menghindari hal ini terjadi, ada baiknya anak dibekali kompetensi sosial yang membantunya untuk bergaul. Hal ini akan memudahkannya untuk diterima di lingkungan.
 
“Oleh karena itu, sejak usia dini latihlah anak untuk berinteraksi dengan berbagai orang agar 'social competence' nya terasah dengan baik," ucap Efnie.
 
"Mengapa social competence ini penting? Sebab seseorang atau anak yang memiliki social competence mereka akan trampil untuk bergaul dan perilaku yang mereka tampilkan tidak memicu pihak lain untuk mem-bully mereka,” paparnya.
 
Sementara itu Efnie menambahkan, bila anak Anda sudah terlanjur menjadi korban Bullying, maka sebagai orang tua harus mendukung anak melewatinya dengan membawanya ke terapis.
 
“Bagi mereka yang menjadi korban bully, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membawa anak tersebut ke ahli yang mampu memberikan terapi. Sambil anak menerima terapi dari ahlinya, ciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman pada anak agar ia bisa membangun mentalnya kembali,” tutupnya.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif