Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Ketidaksetaraan Gender di Indonesia Masih Tergolong Tinggi

Rona kesetaraan gender
Kumara Anggita • 09 Desember 2019 16:11
Jakarta: Walaupun kesetaraan gender telah digembar-gemborkan, diksriminasi terhadap perempuan masih terjadi. Menurut data dari United Nations Global Compact dan UN Women, di Indonesia, ketidaksetaraan gender di tempat kerja tergolong tinggi, yaitu sebanyak 0.52 persen.
 
Hal ini sangat disayangkan, karena menurut data dari sumber yang sama, memajukan kesetaraan gender di Indonesia dapat menambah Produk Domestik Bruto (PDB) hingga USD 135 miliar pada 2025 nanti.
 
"Ketidaksetaraan gender dapat berdampak negatif kepada berbagai aspek pembangunan suatu negara, salah satunya ekonomi. Berinvestasi pada perempuan dan anak perempuan adalah kunci penting untuk meningkatkan pembangunan berkelanjutan," ujar Presiden Indonesia Global Compact Network (IGCN), YW Junardy beberapa waktu lalu di Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengungkapkan hal yang senada. Kesetaraan gender baik pada suatu negara dapat dikaitkan dengan pendidikan dan kesehatan lebih baik, pendapatan per kapita yang lebih tinggi, pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan lebih inklusif, dan daya saing internasional yang lebih besar.
 
Franka F. Makarim, Co-Founder Tulola Designs juga mendukung pemberdayaan perempuan. Menurutnya, perempuan yang diberdayakan kemampuannya dapat membuka potensi bisnis kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya serta berkontribusi kepada ekonomi negara.
 
Untuk itu, pemberdayaan perempuan bisa terus dilanjutkan. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan tujuh prinsip pemberdayaan perempuan yang dibuat oleh United Nations Global Compact dan UN Women.
 
Berikut prinsip-prinsip pemberdayaan perempuan tersebut:
1. Membentuk kepemipinan di tingkat atas bagi kesetaraan gender pada perusahaan.
 
2. Memperlakukan seluruh perempuan dan laki-laki secara adil di tempat kerja. Menghormati dan mendukung hak asasi manusia dan non-diskriminasi.
 
3. Menjamin kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan seluruh pekerja perempuan dan laki laki.
 
4. Mendorong pendidikan, pelatihan, dan pengembangan profesi bagi perempuan.
 
5. Menjalankan pengembangan usaha, rantai pasokan, dan praktik pemasaran yang memberdayakan perempuan.
 
6. Mempromosikan kesetaraan melalui inisiatif komunitas dan advokasi.
 
7. Mengukur dan melaporkan kemajuan yang diperoleh dalam mencapai kesetaraan gender.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif