Agar membiasakan anak mengonsumsi sayuran, kenalkan sayuran sejak dini dan pahamilah dahulu apa saja yang menjadi penyebab anak tak menyukai makan sayur. (Ilustrasi/Pexels)
Agar membiasakan anak mengonsumsi sayuran, kenalkan sayuran sejak dini dan pahamilah dahulu apa saja yang menjadi penyebab anak tak menyukai makan sayur. (Ilustrasi/Pexels)

Tips Kenalkan Sayur pada Anak dan Membiasakannya

Rona anak-anak
Sunnaholomi Halakrispen • 02 Februari 2020 17:00
Jakarta: Sayuran terkadang masih menjadi makanan yang enggan dikonsumsi anak-anak. Padahal, kandungannya baik untuk kesehatan serta tumbuh kembang mereka.
 
Agar membiasakan anak mengonsumsi sayuran, kenalkan sayuran sejak dini dan pahamilah dahulu apa saja yang menjadi penyebab anak tak menyukai makan sayur. Hal ini disampaikan oleh dr. Diana Suganda, Sp.GK, selaku Ahli Gizi.
 
"Percaya enggak percaya, anak akan merasakan apa yang ibu makan. Jadi kalau ibunya sudah makan sayur pada saat hamil atau menyusui atau saat anak MPASI itu akan lebih mudah memperkenalkan makanan seimbang," ujar dr. Diana di Seribu Rasa Senopati, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maka, solusi terbaiknya ialah memperkenalkan sayuran yang dimulai dari sang ibu. Ia menekankan, ibu seharusnya mencontohkan secara langsung dalam mengonsumsi sayuran di setiap harinya.
 
Berupaya memperkenalkan anak terhadap makanan gizi seimbang dengan bermacam jenis sayuran. Bahkan, sejak anak masih kecil atau setidaknya sejak anak berusia enam bulan.
 
Anak akan memerhatikan pola makan si ibu dan menirunya. Apabila sang ibu rutin mengonsumsi sayuran dan menikmatinya, anak pun turut membiasakan diri menyantap sayuran.
 
"Saat MPASI semua bahan diaduk semua, sudah lengkap. Kalau makanan tetap itu di piring ada nasi, lauk pauk, ikan, sayur, dia (anak) akan pilih yang enak. Itu dari sananya, maka bagaimana caranya kita olah makanan supaya enak," paparnya.
 
Cara ibu mengolah masakan pun menjadi penyebab lain anak enggan mengonsumsi sayuran. Misalnya, ibu menyajikan sayuran yang tidak bervariasi, sehingga anak mudah merasa bosan.
 
"Dalam satu hari kalau bisa menu tidak berulang. Jadi misalnya pagi bayam, siangnya ada tomatnya, nanti malamnya ada terong, jadi biar seimbang. Tidak ganti-ganti menu, salah juga. Jadi memang paling bagus ya harus seimbang, terus dia punya menu variasi," ucapnya.
 
Dia menyarankan anak-anak yang susah makan sayur itu kita makan barsama di meja. Makan pagi dan malam bersama dengan keluarga dan Mamanya juga menyontohkan. "Oh ini enak loh. Jangan hanya menyediakan tapi kita tidak mencontohkan," pungkasnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif