"Sentuhan sebetulnya sampai usia berapapun anak tetap butuh. Walaupun berdasarkan usia sudah tidak butuh," ujar Psikolog Vera Itabiliana M.Psi, dalam Kelas Dongeng Nivea: Memperkuat Ikatan Ibu-Anak melalui Kegiatan Mendongeng di D.Lab CoHive, Jalan Riau No.1, Gondangdia, Jakarta Pusat.
Sentuhan harus disesuaikan dengan kenyamanan si buah hati. Jika anak terlihat masih mau diusap-usap, lanjutkan saja. Tapi, apabila ada gerakan atau kalimat penolakan, hentikan usapan Anda itu.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Akan ada masanya anak bilang, 'Mama, stop' atau aku enggak mau dielus. Jadi nikmati saja masa-masa anak yang masih begitu, gelayutan istilahnya," paparnya.
Bonding sendiri bisa terjadi kapan pun dan dalam usia berapa pun. Sebab sesungguhnya, kata Vera, anak selalu membutuhkan tindakan bonding oleh sang ibu.
Bahkan ketika anak belum lahir seperti masih 4-6 bulan di dalam kandungan. Misalnya, ibu sedang berjalan lalu tersandung, lalu mengucapkan maaf kepada si kecil yang berada di dalam tubuh.
"Bilang saja, maaf ya dek. Itu sudah bonding. Begitu anak lahir, lebih banyak lagi menjalin bonding, merespons kebutuhan anak," tuturnya.
Cara sederhana lain untuk menciptakan bonding ialah mendongeng. Dari dongeng yang disampaikan ibu kepada anaknya, ada stimulasi visual dan stimulasi auditori pada anak.
"Suara ibunya itu merangsang anak untuk berimajinasi ke mana-mana, enggak ada batasan. Dongeng mengisahkan anak yang membuka jendela lalu melihat langit cerah, anak bisa berimajinasi awan berbentuk bulat, lonjong, atau apapun," imbuhnya.
Ketika mendongeng, mengajukan pertanyaan juga bisa mengasah imajinasi anak dan memperkuat bonding. Berikan pertanyaan terbuka yang jawabannya bukan sekedar Ya atau Tidak.
"Misalnya pernyataan terbuka, menurut kamu hari ini mau dongeng tentang apa? Tokoh ceritanya mau jadi apa? Atau tanyakan soal menu masakan yang ingin dimakan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(YDH)
